Thursday, 29 April 2010

When He Starts to Bawl {part 2 ; END}


TINUT TINUT. TINUT TINUT.

Jonghyun merogoh hapenya yang terletak disaku jeansnya. Dia merogoh dengan lebay sambil bergerak heboh karna jeansnya yang ketat itu membuat hapenya yang segede gaban susah keluar. Setelah hapenya keluar dengan selamat, dia membuka inboxnya.

From : Kuli Mohak Gila
HUWEEEEEEEE~


"Ni anak kenapa dah?" tanya Jonghyun pada diri sendiri sambil mengangkat sebelah alisnya. Tanpa ragu dia memencet tombol call pada hapenya. Nada sambung pribadi Kevin yang merupakan lagu Geisha yang Takkan Pernah Ada pun terdengar. Jonghyun refleks memegang perut sambil menahan tawa.

"HALOH? NAPE LU NELPON GUE?" kata suara ga nyantae di seberang sana.

"Biasa aja ngapa halo nya gausah pake H belakangnya. Lu tuh yang kenapa sms gue isinya huwe doang?" balas Jonghyun.

"Gue ngambek ah pokoknya gue bete. Bete bete bete," kata Kevin dengan nada yang lebih jijik daripada nada banci, membuat Jonghyun merinding disko.

"Stop stop. Stop bawling! Parno gue ngebayangin wujud lo ngambek kayak gitu. Lu bete kenapa sih? Masalah Sunhee ama si sop konro itu?" tanya Jonghyun.

"Iya! Si sop buntut itu reseh! Masa minta privat english ama Sunhee. Kenapa harus Sunhee? Ama gue juga bisa. Meskipun sebenernya gue juga ogah," kata Kevin dengan nada yang masih seperti banci.

"Mungkin karna sejak dia masuk, Sunhee lah yang paling perhatian. Ah elah elu pin kaya ga tau Sunhee aja. Dia mah supel, ama siapa aja bergaul bisa, kecuali kalo tu anak baru adalah seorang perempuan.. bentar kok gue jadi baku begini bahasanya," Jonghyun mengapit telponnya di kuping dan bahunya sementara dia membereskan tasnya.

"Dulu waktu gue belom ada di shinhuahua, dia juga begitu ama laki-laki laen?" tanya Kevin.

"Iya. Eh.. tertentu sih, kalo yang macem elo sih pasti dia jutek."

"Maksud lo."

"Gitu deh. Sunhee itu bae ama orang yang sejak pandangan pertama menurut dia auranya bae. Nah mungkin pertama dia liat si sop, auranya bae. Jadi dia bae. Bae? Eh maksudnya, ngerti?" jelas Jonghyun panjang lebar. Dia berjalan pulang keluar gerbang sekolah, selese ekskul.

"Terus nih karna dia sering KDRT ama gue, berati aura gue jelek, gitu?" Kevin bertanya lagi.

"Ya, MENURUT LO? Lu kurang bersyukur dah pin udah diangkat jadi lakinya Sunhee juga.." Jonghyun mencoba menjatohkan Kevin sekaligus menghiburnya disaat yang bersamaan.

"Oke tengkyu. Sekarang gue mau curhat ama yang lain aja deh DADAAAH."

~~~~~~~

Sunhee telah selesai memberi tutor ke Kiseob. Meskipun sesekali Sunhee sempet emosian karna Kiseob ga nangkep-nangkep, namun emosinya selalu ditenangkan oleh wajah Kiseob yang polos dan tekun menyalin latihan-latihan yang Sunhee berikan. Kiseob dan Sunhee sekarang punya jadwal privat tetep, tiap Selasa pulang sekolah mereka ke perpus belajar english.

Setelah Sunhee dan Kiseob berpisah ditengah persimpangan, Sunhee berniat langsung jalan pulang, namun dia teringat sesuatu.

"Sekarang hari Jumat ya? Hm.. ke rumah kuli ah ketemu Om dan Tante Kim serta si unyu Michelle.."

Sunhee akhirnya menunggu sebentar di halte terdekat untuk menaiki bis ke arah rumah Kevin.

~~~~~~~

TING TONG.

Tak lama setelah Sunhee memencet bel, seseorang membuka pintu. Dari balik pintu, terlihat sesosok gadis kecil yang sedang membenarkan kacamatanya lalu melihat ke arah Sunhee.

"Unnie!" Michelle langsung nemplok di Sunhee alias memeluknya.

"Hey Michelle, how's school?" kata Sunhee sambil balas memeluk Michelle dan mengacak-acak rambutnya.

"School is.. I'll tell you when we're inside. Come inside!" ajak Michelle.

Sunhee pun masuk. Tercium bau enak dari dapur, sepertinya Tante Kim lagi masak buat dinner. Dilihatnya jam dinding. 5.30pm. Yak, memang sudah hampir waktunya dinner.

"Tante! Aku bantu ya? Ngapain dulu tapi, hehe :3" Sunhee berjalan ke arah Tante Kim yang lagi mantengin panci sambil diaduk-aduk.

"Eh si cantik ada disini, wah.. main coursenya udah mau jadi nih. Kamu bikin dessert aja gimana?" jawab Tante Kim dengan lembut, sesekali mengalihkan pandangannya dari panci.

"Oke. Bikin apa nih?" Sunhee melongo kedalam kulkas. Lalu dia melihat ke alat pembuat crepes yang teronggok di pojokan. "Ini ada adonan mentah, buat crepes ya, Tante?"

"Oh iya itu rencananya mau dibikin kemaren, tapi ga sempet. Yaudah crepes aja, bisa bikinnya?" tanya Tante Kim ragu.

"Bisa dong, Tan. Meskipun aku ga bisa masak main course tapi aku jagonya bikin pencuci mulut ^^" kata Sunhee bangga.

Sementara itu Michelle naik ke lantai dua. Dia memasuki kamar abangnya tanpa mengetuk, ternyata si abang lagi ngedit photoshoot Sunhee di Elle Girl. Lagi ngecrop dan nambah efek buat dibikin jadi wallpaper komputer.

"Wah si unnie very very beautiful!"

"OH SHIT. You scared me, Chelle. Ketok dulu ngapa kalo mo masuk!" kata Kevin setengah kaget.

"Dih gue udah ngetok sih, elu aja kaga denger. Ada tamu tuh, bang."

"Siapa?"

"Liat aja," Michelle sok bikin penasaran.

"Males ah."

Kevin melanjutkan photoshopping sambil ditemani Michelle. Michelle komen ini itu soal warna lah, kontrasnya kelebihan lah, efeknya kurang lah, kurang soft lah. Tapi Kevin menuruti semua saran-saran dari adeknya itu. Lalu dari lantai bawah ada yang memanggil.

"Kev, Chelle, dinner's ready!"

Michelle melongo ke pintu. "Mom's calling, let's eat!"

"Gue males makan ah. Nanti bawain kesini aja ya, Chelle?" pinta Kevin.

"Dih? enak aja. Yaudah kalo gamau makan ya gausah makan sekalian. I'm going downstairs, byebye," kata Michelle.

Kevin manyun dan kembali menatap layar komputernya.

~~~~~~~

"Where's your brother?" tanya Tante Kim.

"He said he doesn't want to join dinner and asked someone to take his meal to the bedroom."

"I'll do it," sahut Sunhee segera.

"Didn't you tell him that there's Sunhee here?" tanya Tante Kim lagi pada Michelle.

Sunhee langsung menjawab. "It's okay, better for him not to know that I'm here."

Tante Kim menyipitkan matanya. "Is there something going on with you two?"

"Ah don't worry, just a little misunderstanding. I promise I'll make it up to him," Sunhee tersenyum meyakinkan.

Setelah itu ketiga wanita dari generasi berbeda itu duduk mengelilingi meja makan, si Om Kim ternyata pulang telat dari kantor. Jadilah itu meja makan penuh dengan gosip para wanita, mulai dari Tante Kim ngajak Sunhee shopping bareng, sampe Michelle diceramahin jangan pacaran dulu karna masih kelas 6 SD.

Makan malam selesai satu jam kemudian, Michelle bantu mamanya cuci piring sementara Sunhee menghangatkan dinner kembali buat jatahnya Kevin. Lalu dia permisi naik ke atas, ke kamar Kevin buat nganter meal-nya.

Sunhee ribet membawa nampan dan bingung cara ngetok pintunya gimana. Akhirnya, ga pake ketok pintu, dia langsung membuka gagang dengan sikunya, dan mendorong pintu dengan punggungnya. Kevin yang lagi ngaso baca komik di tempat tidur refleks membanting komiknya entah kemana dan pura-pura tidur.

"Kev, are you awake?"

Kevin tidak menjawab. Dia sedang akting tidur meskipun di mata Sunhee, Kevin terlihat seperti orang lagi nahan pup.

Sunhee meletakkan nampannya di dekat meja disamping komputer, lalu berjalan ke arah Kevin. "I know you're not asleep."

Kevin tetep kekeuh akting tidur. Sunhee membelai rambut Kevin perlahan sambil duduk di pinggir kasur.

"I heated up the meal for you so you gotta eat it while it's hot. It's not even 8pm so there's no reason to skip dinner."

Kevin tetep diem.

Sunhee meniup poninya. "Fuh. I don't know what's wrong with you now. I thought that..."

Tiba-tiba hape Sunhee berdering. Sunhee berdiri dan menjawab telponnya, "Yes, Kiseob?"

Kevin mengintip perlahan dan menguping pembicaraan Sunhee dengan Kiseob. Nampaknya Kiseob lagi nanya soal peer english, karna Sunhee menjawab semua dengan english. Kevin yang tadinya mau luluh karna diperhatiin Sunhee, jadi ngambek lagi karna telponnya Kiseob.

"You got it? Good job. I'll see your work tomorrow okay? Okay night, Seobbie!"

Seobbie? SOPI AJA PAKE SOK SOK SEOBBIE. HIH.

Sunhee balik badan ke arah Kevin lagi. Kevin memejamkan matanya seketika. Sunhee berjalan ke arah makanan yang dia taro di deket komputer tadi.

"Better eat it quick or it will be cold again! I'm going home now," Sunhee merapikan meja komputer yang berantakan. Dia tak sengaja menyenggol mouse komputer yang lagi dalam screen saver mode. Monitor pun menyala dan dia melihat wallpaper yang merupakan foto dirinya sendiri.

Sunhee melihat wallpaper itu dengan seksama, disamping fotonya ada tulisan :

You're beautiful inside and out,
which makes people tend to do anything to get close to you,
some people even use english course as an excuse,
it's been a hard day for me,
and i'm also trying hard to control the jealousy in me


Sunhee langsung mengerti maksud dari tulisan itu. Jadi selama ini si Kevin ngambek mulu karna Sunhee akrab sama Kiseob. Sunhee manggut-manggut dan berjalan kembali ke arah Kevin.

"Babo," kata Sunhee sambil mengetuk kepala Kevin pake telunjuk. Lalu dia melengos berjalan keluar kamar.

~~~~~~~

"Udah kayak gitu gue masih dikata babo coba!" Kevin melaporkan seluruh kejadiannya pada Jonghyun dan Minho. Pagi itu kelas masih sepi dan kehebohan Kevin menggemparkan Jonghyun dan Minho yang tadinya lagi asik tidur.

"Terus ampe kapan lu mau ngambek?" tanya Minho.

Tiba-tiba sesosok cewe berambut pirang lurus mengetuk pintu kelas. "Misi. Kevinnya ada ga?" tanyanya sambil tersenyum manis.

Kevin melihat ke arah pintu. Dia berdiri, berjalan menuju pintu dan melewati cewe itu sambil berkata, "Lagi ke kamar mandi tuh," lalu melengos pergi.

Sunhee mencibir dan memasuki kelas, dia menghampiri dua cowo yang lagi nganga karna tumben-tumbenan Kevin dingin ama cewenya sendiri.

"Pasti dia barusan cerita masalah Kiseob ya?" tanya Sunhee. Dua cowo itu ga jawab. "Yaelah, baru segitu doang udah ngambek. Gue kan ga ada feel ama Kiseob."

Minho menatap ragu. Jonghyun menatap tajam mata Sunhee.

Sunhee akhirnya menghela napas. "Ya.. ada deh dikit."

Minho mencibir. Jonghyun manyun dan menye menye.

"Tapi kan gue niatnya mau bantu Kiseob doang, bukannya nyari pengganti kuli! Masa iya gue ngelepas laki gue yang setia dan rela berkorbannya itu udah kayak pembantu yang kerja dari masih perawan ampe jadi perawan tua?" tanya Sunhee.

Keduanya tetep diem.

"Buset gue berasa ngomong ama patung. Ciao deh gue," Sunhee akhirnya berjalan kembali ke kelasnya.

Setelah yakin Sunhee sudah pergi, akhirnya Jonghyun berbisik pada Minho. "Tuhkan, gue bilang juga apa. Sunhee juga sebenernya sayang bangetngetnget nyunyunyu tekdungtekdung ama si Kevin. Cuma gengsian aja, terus sekalinya ngungkapin, sadis. Jadi salah paham."

Minho yang setuju cuma bisa manggut-manggut pelan.

~~~~~~~

Seminggu berlalu. Jumat kemaren sampe hari senen, si Kevin ngambek dan ga bales sms Sunhee meskipun sebenernya pengen. Jadi Sunhee malem mingguan ama keluarga dirumah. Lalu tiba-tiba sekarang udah malem minggu lagi. Sunhee tancep gas ke sebuah resto dimana dia udah maksa Kevin dateng. Dia memarkir VW beetle kuningnya itu di tepi jalan.

Sunhee pun berjalan masuk ke resto tersebut, resto itu bernuansa european style, dengan korden merah campur emas yang memberi kesan royal dan mewah. Bayangkan restoran tempat si Shinwoo mau confess ke Minam di You're Beautiful. Belom pernah nonton? Terserah deh bayanginnya kayak apa.

Sunhee berhenti di depan sebuah cermin dan merapikan poninya. Dia meluruskan gaun pendek yang dia pakai, lalu berjalan masuk ke ruang VIP yang sudah di booking olehnya. Ternyata Kevin sudah menunggu disitu.

"Oh you're here?" tanya Sunhee, langsung duduk di kursi depan Kevin.

"True guys don't make girls wait."

Sunhee tersenyum. "And what's with that pouty face, are you still mad at me?"

Kevin cuma diam dan menatap lurus ke piring kosong didepannya. Sunhee ampe mikir, ni anak sebenernya bengong karna laper apa karna emang masih ngambek?

Sunhee mengangkat tangannya, memanggil waiter yang lagi wait di pojokan ruangan. Waiter itu tersenyum dan menghampiri meja.

"May I help you?" kata si waiter ganteng itu.

"Your english has improved. Well done!" kata Sunhee.

Kevin bingung, dia mengangkat wajahnya lalu melihat ternyata waiter yang ada didepannya adalah Kiseob.

"Loh? Kok.. elo?" kata Kevin bingung.

"Kiseob felt sorry for what happened with me and you. I told him about your reaction when I kept being close to him. He really felt guilty and wanted to make it up. And guess what, this resto actually belongs to his uncle. Now he's giving us a free entry, even by being a waiter for this one day.." jelas Sunhee.

Kevin menatap Sunhee dan Kiseob dengan tidak percaya.

"Sunhee-sshi is right. I'm sorry for making you probably angry, but honestly I'm really just friends with Sunhee, I never had the thought to like.. uhm.. take her away from you? Of course not, Sunbaenim," kata Kiseob sambil membungkukkan badannya 45 derajat.

Sunhee berbisik pada Kiseob. "You practiced that speech?"

"Yes, several times!" bisik Kiseob balik. Kevin lalu tersenyum.

"Ah! Really you are so kind! I'm sorry for having bad thoughts about you.. You shouldn't have done this far," Kevin jadi segan.

"But if he doesn't do this I doubt you will forgive him," celetuk Sunhee.

Kiseob tertawa pelan dan Kevin akhirnya mengacak rambutnya sendiri. Lalu hape Sunhee berdering. Kevin jadi mikir, disini ada dia dan Kiseob, siapa lagi yang mungkin nelpon Sunhee?

"Ne, yoboseyo? ah! Minnie! Yes.. you just arrived from Canada? oh okay.. no wait I can't pick you up, neither can Seungho oppa.." Sunhee berhenti dan melihat ke arah Kiseob. Kiseob membelo-kan matanya seolah bertanya ada apa.

"Seob, kira-kira lo bisa tolong jemput sepupu gue ga di airport? Namanya Minsun, dia baru balik dari Canada, family gue ga ada yang bisa jemput so can you pick her up?" pinta Sunhee. Sekaligus ada rencana mau nyomblangin Kiseob dan Minsun.

"Bisa sih, tapi.. gue kan gatau orangnya yang mana?" tanya Kiseob.

Sunhee mengakhiri perbincangannya dengan Minsun, memencet hapenya beberapa kali lalu menyodorkan hapenya pada Kiseob. "Here she is."

Kiseob mendekatkan wajahnya pada layar hape Sunhee. Dia terdiam sejenak. "Wah. Yeppeoyo."

Sunhee tersenyum bangga. "Ok you may go now! Thanks banget ya Kiseob, udah nyiapin ini semua! Kalo udah ketemu Minsun, kasih tau gue ya?"

Kiseob mengangkat jempolnya seraya tersenyum. Dia lalu berpamitan. Seorang waiter lain langsung menggantikan posisinya.

"Happy now?" tanya Sunhee sinis sambil memainkan mealnya.

"Dih langsung jutek gitu," kata Kevin.

"I thought you were gonna beat Kiseob up or something. I was so scared you know."

"Well if I do that I'm sure you're gonna be furious at me. I don't want that. And you should know that.." Kevin menggantungkan ucapannya.

"That what?" tanya Sunhee.

"That I missed you so much even i miss gombaling to you!" kata Kevin dengan terus terang.

Mulut Sunhee masih penuh karna ngunyah. "Then show me one now."

"Hmm.. Kenapa sih yg diawali huruf 'K' selalu menggemaskan? Kitten, Koala, ... Kamu..." gombal Kevin sambil malu-malu najong.

"You forgot one thing," timpal Sunhee.

"Huh?"

"Kevin."

JESSSS. Muka Kevin langsung merah padem blushing. Baru kali ini dia ngegombal, dibales lagi pake gombalannya Sunhee. Cuma satu kata tapi NGENA. Sunhee langsung ketawa ngakak begitu liat muka Kevin yang blushing dan nunduk seketika itu.

"Lo ga pernah tau aja gue lebih jago gombal daripada lo! Okay stop all the gombaling. Eat up," kata Sunhee, sesekali tersenyum karna reaksi kagetnya Kevin yang kocak.

Di balik kunyahan makanan dalam mulut Kevin *?*, Kevin membentuk sebuah senyuman. Dan dalam hati dia bersyukur bisa punya cewe sebaik Sunhee.

THE END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kiseob the Lion *?*

Monday, 19 April 2010

When He Starts to Bawl



Seseorang membuka pintu kamar Sunhee. Diliatnya Sunhee meringkuk diatas tempat tidur, tertidur pulas. Posisi Sunhee tidur menghadap ke kanan, sosok misterius tersebut mendekati tempat tidur. Dia mendekatkan wajahnya ke kuping Sunhee, dan berbisik..

"Good morning.."

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!"

DZIGH!

Sunhee refleks bangun. Kepala Sunhee sukses membentur dagu si sosok misterius kurang kerjaan itu. Si tersangka jatuh tersungkur ke ubin dengan posisi duduk. Dan Sunhee sudah dalam posisi duduk menyamping diatas tempat tidur sambil mengusap-usap kepalanya.

"Aduh.. aduh.. pala gue.." bisik Sunhee. Tangan kirinya mengelus palanya, sedangkan tangan kanannya mengucek matanya. "Dasar kuli gila lu!"

Kevin cuma bisa tertawa, tapi ketawanya sambil ngeringis kesakitan, ngelus dagu. Bayangin aja, tulang dagu kepentok tengkorak kan ngilu.

"Siapa yang suruh lo masuk, hah? Sopan banget lo masuk-masuk kamar gue. Berasa pembantu! Eh.. emang iya ya.. tapi.. AH intinya lo ngapain disini?" tanya Sunhee ga nyantai, masih mengusap kepalanya yang cekit cekit.

"I'm here to wake you up, babe! Your mom told me to just walk up to your room," Kevin membela diri sambil mengelus dagunya yang cenut cenut.

"Ah mama sarap nih. Ga tau apa anaknya masih pengen perawan! Oh by the way don't use english when i am angry!" bentak Sunhee.

"Wae?"

"Becoz it will just make me melt again T___T"

Kevin refleks bangun dan memeluk Sunhee. "UJJU UJJU YAAMPYUN ini cewe gue imut banget sih tau gitu mah tiap hari gue ngomong english ama kamyuuuuu," kata Kevin sambil mengacak-ngacak rambut Sunhee. Sunhee refleks kebekep dan memberontak dari kekepan kuli itu.

"GAH! Off you go! Out of my room! Before I scream out mommy and tell what you have done to me!" Sunhee mendorong Kevin jauh-jauh. Dengan itu, Kevin pun pergi dari kamar Sunhee sambil nyengir-nyengir kegirangan.

~~~~~~~

"Ampar-ampar pisang! Pisang kyu beyum matang. Masaaak sebijiih nyi nyunyu bali bali, mangga lepok mangga lepok nyanya... WAH MINHO SALAH TUH!"

Jonghyun yang nyanyi ampar-ampar pisang versi ngaco langsung teriak kegirangan begitu melihat Minho salah gerak. Ya, keempat anak autis ini, Jonghyun, Daehee, Jihee dan Minho sedang main ampar-ampar pisang.

"Ah kenapa gue salah mulu sih," Minho sok cool sambil menyibak rambutnya.

"Taktikbumwer sekarang! Gue tik ya! Kitik!" serbu Jihee.

"Gue tak!" kata Jonghyun.

"Kalo gitu gue bum!" samber Daehee.

"Ayo mulai, taktikbuuuumwer! Tak tik bum wer, tak tik bum wer, tak tik bum wer, tak tik! TIK!" kata Jonghyun dengan heboh. Dia emang paling heboh kalo udah yang namanya maenan anak kampung. Emang dasarnya kampung kali. HAHAHAHAHAHA

"Tik berarti gue kan! HAHA!" Jihee tersenyum bahagia. Minho udah masang muka ga enak. Dia paling ga kuat di kelitik.

Setelah menentukan jumlah kitikan *?* Jihee pun bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Minho yang duduk diseberangnya. Jihee lalu mengelitik Minho dengan sangat sadis, badan Minho ampe meliuk-liuk, meja ampe kegeser semua. Daehyun ampe O__o begini ngeliatnya. Lalu tiba-tiba Minho jatoh dari kursinya, narik tangan Jihee hingga posisi mereka seperti.. pokoknya Jihee nindih Minho deh. Lalu suasana kelas pun jadi diem.

Daehee berdiri dari kursinya dan mengintip apa yang terjadi. Dia lalu tersenyum dan diam-diam mengajak Jonghyun pergi dari situ. Baru aja Minho mo manyunin mulutnya, tiba-tiba..

"YO GOOD MORNING WORLD! I GO BY THE NAME KEVIN AND IMMA HERE TO.."

"Berisik lu kuli! Bacot! LEPASIN GUE GA!"

Seisi kelas menoleh ke arah pintu dan mendapati si cantik Sunhee yang melas, di lehernya dililitin tangan Kevin yang segede gaban dan sepertinya lilitan itu lebih kuat daripada lilitan ular python di taman safari. Sunhee terlihat sesek napas.

Minho dan Jihee refleks bangun dari ubin. Kevin mengerutkan dahinya. "Oh oh what where you guys doing, eh?" Kevin menghampiri Minhee, masih dengan menyeret Sunhee.

"Engg.. itu tadi gue.. pisang.. ampar.. taktikbumwer.. ituan.." kata Minho gelagapan. Sunhee refleks ngakak.

"HAHAHAHAHA pisang taktikbumwer apaan sih? Yaudahlah. Kul, dia salting tuh, ga usah ditanya lagi. Sekarang mendingan lo lepasin gue sebelum tangan lo ini gue gigit," kata Sunhee sambil meniup poninya.

"Gigit? Aw aw mau dong digigit :3" kata Kevin genit najis. Sunhee langsung menendang betis Kevin. Kevin ga sakit cuma kaget, dan akhirnya melepas Sunhee.

"Thank God I am alive. Dae! Kekelas yuk! Udah mo bel," kata Sunhee. "Lu juga balik ke kelas lo, Ji!"

Daehee yang tiba-tiba udah di pojok ngobrol ama Jonghyun dengan malas berdiri dan nyamperin Sunhee. Jihee juga. Lalu 3hee pun meninggalkan kelas Minho, Jonghyun, dan Kevin itu. Kemana arah mereka jalan, berasa mereka ninggalin glitter disetiap jejaknya. Wuaw.

~~~~~~~

Daehee sedang sibuk mengoles kuteks berwarna pink susu pada kuku jari-jari tangan kanan Sunhee ketika Pak Choi Seunghyun sibuk mengabsen.

"Song Sunhee?"

"Saya, Pak!" teriak Sunhee.

"Angkat tangan dong Sunhee," kata Pak Choi dengan charisma yang over flowing tapi mantul ama Sunhee karna charisma Sunhee lebih freezing.

"Ga bisa pak, lagi nguteks," kata Sunhee santai. Pak Choi cuma geleng-geleng.

Setelah selesai mengabsen, Pak Choi merapikan berkas-berkasnya diatas meja, lalu keluar sebentar, lalu balik ke kelas lagi. Sunhee mendengar ada langkah kaki lain selain Pak Choi, tapi dia mengacuhkannya.

"Anak-anak, perhatian sebentar."

Daehee selesai mengoles kuteks pada kuku Sunhee, Daehee pun membalikkan badannya menghadap ke depan kelas. Daehee saat itu duduk di kursi depan Sunhee. Sunhee meniup kukunya tanpa memperhatikan yang ada di depan kelas.

"Kita kedatangan murid baru. Pindahan dari Busan. Silahkan, perkenalkan dirimu," kata Pak Choi sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Nama saya Lee Kiseob. Saya pindahan dari Busan. Engg.. ini pertama kalinya saya tinggal di Seoul jadi, mohon bantuannya. Salam kenal," kata si anak baru bernama Kiseob itu.

Seluruh kelas tepuk tangan heboh, terutama cewek-cewek. Banyak yang tersepona, ada yang tebar pesona, segala macem. Sunhee masih aja niupin kuku dan Daehee asik dengerin iPod.

"Baiklah Kiseob. Kamu bisa menempati kursi..." Pak Choi melihat ke seluruh kelas. "Ah, disana, disamping Song Sunhee."

Sunhee akhirnya melirik ke depan kelas setelah mendengar namanya dipanggil. Lalu matanya tertahan pada sosok Kiseob yang terlihat tanpa ekspresi, tapi tiba-tiba tersenyum segan pada Sunhee. Sunhee tiba-tiba mematung dalam posisi bibir manyun masih niupin kuku.

Pak Choi menepuk pundak Kiseob pelan, lalu Kiseob pun berjalan menuju kursi disamping Sunhee. Sunhee stay cool dan membereskan perkakas make up nya kedalam tas kecilnya. Kiseob lalu duduk disamping Sunhee.

Keduanya terlihat canggung. Sunhee mencuri pandang pada Kiseob, lalu ketika Kiseob menoleh, Sunhee pura-pura memperhatikan ke depan kelas. Begitu juga sebaliknya. Daehee hanya bisa tersenyum geli melihat dua mahluk aneh dibelakangnya.

Kiseob lalu meng-ehem-kan tenggorokannya, lalu mengulurkan tangannya pada Sunhee. Sunhee menoleh. Dia menerima jabatan tangan Kiseob.

"Lee Kiseob," kata Kiseob pelan sambil tersenyum tulus.

Wanying ini anak senyumnya precious banget. Idung sempurna. Tulang pipi teges banget. Mana tangannya alus bener lagi. Bisa dipastikan dia ulzzang. Wah wah.

Sunhee balas tersenyum, yang akhirnya membuat Kiseob kehilangan senyumannya karena kagum dengan wajah Sunhee. "Song Sunhee."

Keduanya lalu balik memperhatikan Pak Choi. Sunhee sesekali menguap dan memainkan rambutnya sementara Kiseob masih celingukan. Dia lalu mencolek pundak Sunhee.

Sunhee menoleh dan memberikan tatapan "ada apa?". Kiseob menggaruk kepalanya pelan lalu berkata, "Ng, saya belom punya buku, boleh share ga?"

Sunhee tertawa pelan karena bahasa baku yang digunakan Kiseob. "Boleh. Ngomongnya gue-elo aja, bisa kan?"

Kiseob mengedipkan kedua matanya dua kali, lalu mengangguk. Sunhee tersenyum gemes.

~~~~~~~

Ketika istirahat, seluruh siswa Shinhuahua memadati kantin. Daehyun dan Sunvin sudah menempati meja favorit mereka, sementara Jihee sedang menemani Minho latian bola dilapangan sambil membawakan bekal untuknya.

"Dae, aaaa.." kata Jonghyun, mengarahkan sumpit yang menjepit shrimp roll pada mulut Daehee. Daehee membuka mulutnya dan nyamnyamnyam.

Kevin iri melihat lunch Daehyun yang berlangsung mesra, sementara lunch dia dan Sunhee diganggu oleh teknologi. Sunhee sibuk mengutak atik iPhone nya.

"Ga pewe ah pake iPhone! Tetep enakan chocolate.." gumam Sunhee. Dia lalu menoleh pada Kevin yang melihat ke arah lain sambil manyun. "Kevin, open up."

Kevin menoleh pada Sunhee dan mendapati tangan mulus Sunhee sedang memegang sepotong sushi. Kevin tersenyum senang dan membuka mulutnya. Nyamnyamnyam. Sunhee lalu meperin tangannya ke tisu dengan jijik, seolah abis buang kecoa.

Sunhee lalu mengambil setusuk sate padangnya sambil melihat ke sekeliling kantin. Dia melihat sesosok cowo yang bingung nyari tempat duduk. Sunhee tersenyum dan berdiri, lalu berjalan menghampiri cowo itu.

"Kiseob!"

Kiseob menoleh. "Ah, Sunhee-sshi.."

"Meja gue masih muat kok, gabung yuk! Gue kenalin ama temen-temen gue deh sekalian," kata Sunhee dengan ramah.

Aduh ini mahluk ciptaan Tuhan. Udah cantik, ramah, bae, kurang apa? Ikutin ajalah..


Sunhee berbalik dan berjalan kembali ke mejanya diikuti oleh Kiseob. "Jonghyun! Kuli! Nih anak baru dikelas gue.."

"Ah, annyeonghaseyo sunbaenim! Saya Kiseob.." Kiseob membungkukkan badannya sedikit.

Jonghyun membalas dengan senyum ramah dan ikut membungkuk pelan, sementara Kevin cuma melirik dan mengangguk. Sunhee tersenyum dan ngajak Kiseob duduk disebelahnya. Kevin manyun.

"Lo sendirian aja, Seob? Belom kenalan ama anak-anak sekelas?" tanya Sunhee.

"Udah sih.. cuma mereka ga pada ke kantin. Jadi gue kesini sendirian," kata Kiseob melas dan imut.

Daehyun masih asik di dunianya sendiri. Kevin udah ngebentuk beragam ekspresi bete. Sunhee menepuk pundak Kiseob dengan pelan.

"Unyu kasian amet. Yaudah makan dulu gih dah. Nanti ke ruang musiknya bareng ya?" Sunhee terus berusaha mengajak Kiseob ngobrol.

"Sun gue kekelas duluan!" kata Kevin bete, berdiri dari kursinya sambil berharap Sunhee bakal menahannya.

"Iya, dadah." kata Sunhee dengan dingin.

~~~~~~~

"AH GUE BETE. BETE BETE BETE," keluh Kevin dengan manja dan sangat banci ketika dia sampai dikelas. Minho menatapnya dengan tampang O_o

"Lu kenape, Vin?" tanya Minho akhirnya setelah mengantar Jihee sampe ke pintu kelas dan mengkissbye nya.

"Ayang gue! Bini gue! Sebel gue.."

Minho mengerutkan dahinya. "Tolong bicara dengan bahasa manusia ya, jangan bahasa banci."

"Songong lo, Min. Mending gue begini daripada muke lu tuh kayak banci!" kata Kevin sewot.

"Wets? Selow men.. romannya lo lagi PMS nih. Kenapa kenapa, ada apa? Cerita dong," kata Minho menarik Kevin duduk disampingnya untuk sharing.

"Itu si Sunhee, baik banget ama si sop buntut anak bau itu!" kata Kevin ga jelas, sesuai dengan mukanya.

"Ha? Apa?" Minho ga nangkep.

"Sunhee baik banget ama si Kiseob anak baru itu!" ulang Kevin, kali ini lebih mudah dimengerti.

"Oh jadi lo jealous? Yaelah Vin wajar kalo ada orang bae ama anak baru. Secara, ANAK BARU. Emang si sop-sop itu kayak gimana sih bentuknya?" tanya Minho.

Pada saat itu juga terdengar beberapa siswa melewati kelas Minho dan Kevin. Pas dicermati ternyata itu anak-anak kelas Sunhee. Ada Daehee yang mampir dan ngobrol bentar sama Jonghyun. Kevin melongo ke pintu kelas berharap Sunhee bakal mampir juga, eh taunya Sunhee asik ngomong sama Kiseob sambil tertawa.

"Yang mana, Vin?" tanya Minho. Minho mengikuti arah tatapan mata Kevin yang bete. "Oh itu.. wah kayaknya ulzzang. Pantesan lu cemburu. Tapi wajarlah, Vin."

"Wajar apaan?" tanya Kevin melas setelah melihat Sunhee melewati kelasnya begitu saja.

"Wajar.. bisa aja Sunhee muak ama muka lo jadi cuci mata dikit ama anak baru, HAHAHAHAAHA!" Minho lalu lari keluar kelas diikuti sebuah buku tulis yang melayang dan hampir mengenai kepalanya.

"SIALAN LU, MIN!"

~~~~~~~

Sunhee membuka pintu lokernya, memasukkan beberapa buku cetaknya. Udah waktunya pulang sekolah, Minhee pulang duluan pake mobilnya Minho. Daehee nemenin Jonghyun ekskul basket. Sedangkan Sunhee masih angin-anginan mau langsung pulang atau jalan kemana dulu.

Sunhee menoleh kepintu lockernya, disana ada cermin kecil yang dia pasang sendiri. Sunhee ngaca bentar lalu menutup pintu loker. Tapi pas dia nutup pintu loker, sepasang mata dan sebuah muka aneh sudah berada dibelakang pintu itu. Sunhee shock dan langsung jatoh terduduk dilantai. Lututnya lemas.

"Astaghfirullah. Astaga. Ya ampun.." Sunhee nyebut berbagai macem sebutan sambil ngusap-ngusap dada. Lalu.. "KULI LO KENAPA DEMEN BANGET BIKIN GUE SEPOT JANTUNG SIH?!"

Kevin memanyunkan mulutnya lalu berlutut dihadapan Sunhee. "Lah, gue kan cuma nunggu disamping loker lo doang?" tanyanya melas.

"TAPI MUKA LO ITU. Yaampun. Punya kaca ga sih lo dirumah? Sekali-kali perhatiin kekurangan yang Tuhan telah berikan pada lo," kata Sunhee dengan sadis.

Kevin terlihat sedih. Sunhee jadi ga tega.

"Next time, say something when you are somewhere around me!" perintah Sunhee.

"Oke. Kalo gitu laen kali gue bakal bilang.. assalamualaikum, boleh gak abang ketuk pintu hatinya eneng?" kata Kevin dengan jurus handal gombalannya.

Sunhee tersenyum sambil melihat ke arah lain. Kevin pun akhirnya berdiri sambil mengulurkan tangan untuk membantu Sunhee berdiri juga.

"Lo pulang mo kemana?" tanya Sunhee.

"Kayaknya gue mesti mampir ke music house dulu deh, ada rekaman gitu. Lo? Mau langsung pulang? Gue anter deh.." kata Kevin.

"Sunhee-sshi!"

Sunhee dan Kevin menoleh ke arah suaranya. Rupanya si imut Kiseob sedang berjalan ke arah mereka. "Jadi ke perpus?" tanya Kiseob.

Sunhee tersenyum pada Kiseob dan mengangguk. "Gue mo ke perpus dulu, Kiseob agak lemah di english jadi dia minta diajarin! Nanti telpon ya, kul!"

Kevin cuma bisa menatap Kiseob sebentar, lalu menatap Sunhee dan mengangguk lemas. Sunhee berjalan pergi diikuti Kiseob disampingnya.

Kevin lalu meraih handphonenya dan mengetik sesuatu di new message..

"HUWEEEEEEE"

To be continued...

Friday, 26 March 2010

Les Privat {mplot 11}

Sunhee bingung. Dia melihat ke semua namja disekelilingnya. Dongwoon, June, Kevin dan Siwan saling bertatapan.

Mampus gue.

Sunhee ngeliat muka mereka satu-satu. Pas liat Dongwoon, Dongwoon balas menatapnya dengan tatapan yang tegas sekaligus lembut yang seolah berkata "ayo pulang". Pas liat June, mata June jadi menampilkan sisi yang imut dari dirinya yang sangat berharap Sunhee mau dianter June. Pas liat Siwan, Siwan masih ada raut salting di wajahnya, sedangkan Kevin, gausah ditanya. Gue males deskripsiinnya.

Sunhee makin ga tega liat semua cowo yang penuh harap itu. Tapi tiba-tiba dia inget Bang Johu yang lagi jauh di ostrali sana. Dia sempet mikir kalo ada Bang Johu disini, mungkin dia bakal milih pulang sama Bang Johu.. kenapa ya?

"Sun! Katanya mau nginep dirumah gue?"

Daehee nyempil dibalik kerumunan cowo tadi dan menepuk pundak Sunhee. Sunhee bingung. Emang kapan Daehee ngajakin nginep?

"Udah mending cabut sekarang aja yuk! Cafenya mo diberesin, kasian kalo kita tinggal lebih lama lagi.." Daehee menarik lengan Sunhee yang masih dalam keadaan bingung. "Eh guys, duluan ya! Thanks udah pada dateng!"

Daehee pun pergi menjauh dari tempat itu dengan Sunhee disampingnya.

Semua cowo cengo.

"Ah elu sih, Pin! Bukannya langsung diajak aja!" kata Siwan sewot.

"La? Mana gue tau dia bakal nginep dirumah Daehee! Udahlah wan cabut yuk. Mana tadi si Minwoo?" Kevin dan Siwan pun ikutan pergi menjauh.

Dongwoon dan June saling bertatapan. Keduanya memberi sorot mata yang tajam. Lalu disaat yang bersamaan, keduanya membalikkan badan dan berjalan pergi.

~~~~~~

"Eh eh Dae emang kapan gue bilang mau nginep?" tanya Sunhee sambil melepas lengannya dari genggaman Daehee.

Daehee berbalik badan dan menatap Sunhee. "Gue tuh barusan nyelamatin elo dari para pemangsa tadi! Lo ga liat apa mata mereka? Udah kayak mau makan elo tau ga. Gue ga kepikiran kalo lo milih salah satu diantara mereka, bakal jadi apa nantinya."

Sunhee menoleh kebelakang dan mendapati tempat tadi udah kosong. "Iya ya. Tengkyu ya Dae!"

Daehee berjalan menuju mobilnya. "Yaudah karna gue terlanjur boong, lo nginep beneran aja deh dirumah gue ya. Jihee mana?"

"Gatau, ilang ama makhluk bernama Minwoo."

"Oh. Oke," Daehee masuk ke mobil diikuti Sunhee. "Eh iya Sun, seandainya lo emang kudu milih, lo bakal milih dianterin ama siapa?"

"Ha?"

"Nanya doang kok. Milih siapa?" Daehee bertanya antusias, dia sudah mengharapkan satu jawaban.

"Sama Dongwoon lah," Sunhee langsung menjawab. Daehee kaget. "Secara kan serumah. Searah. Gampang pulangnya," lanjut Sunhee.

GUBRAK. Kirain Sunhee emang punya feel ama Dongwoon.

"Yeelah Sun!" Daehee menyenderkan punggungnya ke kursi mobil seraya mobilnya jalan disupiri oleh supirnya *?*. "Gue minta jawaban yang jujur! Lo kira-kira bakal milih siapa? Orangnya deh! Jangan mikir pulangnya gampang ato gimana."

Sunhee tampak berpikir. Dia mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada dagunya. Lalu dia berkata dengan mantep, "Ga mungkin Bang June, dia guru les gue, gue segen. Terus kalo Dongwoon, gue terlalu sering ngerepotin dia. Paling bareng Kevin ama Siwan aja dah, sekalian ngobrol-ngobrol.."

Daehee pun tersenyum dan puas akan jawaban Sunhee.

~~~~~~

Sampe di rumah Daehee, baik Sunhee maupun Daehee syok melihat sosok yang ada di depan pintu rumah. Oh oh siapa diaaaa?

Sunhee menatap mahluk depan pintu itu seperti ini -_____-
"Kemana aja lo gue cariin? Enak ya pergi ama Minwoo. Ninggalin gue dijepit ama Siwan ama Kevin abstrak itu."

"Kok lo disini, Ji?" Daehee nanya dengan nada perhatian yang jauh beda ama nada sinis Sunhee tadi.

"Gue inget mau nginep di rumah Dae unnie, jadi tadi si Minwoo nganter gue kesini unn. Ayo apa unn masuk, dingin tau diluar," Jihee meluk-meluk diri sendiri.

Saat memasuki rumah megahnya Daehee, ketiga makhluk Hee itu langsung menuju kamar. Udah pada cape. Dan ketika Sunhee lagi dikamar mandi, Daehee dan Jihee gosip berdua.

"Ji, lo tau kan si Sunhee lagi laku-lakunya sekarang?"

"Laku gimana unn? Tawaran syuting? Lah Sunhee unnie aja ga mau jadi artis kan, udah terkenal katanya," Jihee maen-maenin rambutnya.

"Ih bukan laku itu! Laku di kalangan cowo maksudnya!" Daehee menyisir rambutnya.

"Oh! Wets Sunhee unnie mah emang pujaan para pria unn. Emang kenapa? Sirik?" tanya Jihee. Daehee manyun. "Becanda unn. Kita semua juga laku kok unn, Sunhee unnie lagi laris aja emang."

"Menurut lo siapa yang cocok ama Sunhee? Gue pengen liat dia punya pacar dah sekali aja. Abis itu langsung suruh kawin HAHAHAHA" Daehee girang sendiri.

"Yang cocok ama Sunhee unnie? Jujur nih unn aku suka liat Sunhee ngobrol ama cowo ringkih tadi yang temennya temennya Sunhee unnie," kata Jihee ribet.

"Temennya temennya Sunhee? Temennya Kevin? Siwan?"

"Ya pokoknya yang imut tapi ringkih."

"Oh. Kenapa lo ngerasa mereka cocok?" Daehee kurang setuju ama pendapat Jihee.

"Sunhee unnie kasar, tapi si Siwan itu lembut. Sunhee unnie bacot, si Siwan itu kaleman dikit. Mereka bisa saling melengkapi unn!" Jihee berkata dengan antusias.

"Hoo. Ah gue sukaan liat Sunhee ama Kevin dah.." samber Daehee.

"HA? Si temennya yang abstrak itu? oh no no no, Daedae unnie.." Jihee menggerakkan telunjuknya.

"Kenapa engga? Siwan itu profilnya terlalu ringkih buat Sunhee. Kesannya ga bisa jagain Sunhee, justru Sunhee yang kudu jagain Siwan.. Nah kalo ama Kevin, kan jelas tuh, mukanya kayak abang-abang, badan kayak kuli, setrong kan pastinya? Bisa tuh buat jagain Sunhee. Cocok," jelas Daehee panjang lebar.

"Yah unnie mah liat fisik.."

"Eh, secara kepribadian dia juga cocok! Udah deket lagi kan, bestfriend dari dulu. Tinggal kita dorong dikit, jadian dah!" Daehee semangat.

"Tapi unn, mukanya itu loh, kasian Sunhee unnie.."

"Maksud lo?"

"Kalo si Kevin macarin Sunhee unnie, iya dia sih anugerah, tapi bagi Sunhee unnie pasti itu musibah!" Jihee berkata dramatis.

"Apaan musibah? Siapa yang kena?" tanya Sunhee keluar dari kamar mandi dalam bentuk rambut diiket asal, dan muka ditutupi masker instan.

Daehee dan Jihee langsung pura-pura siap-siap tidur-tidur *?*

~~~~~~

Keesokan paginya ternyata masih hari sekolah. Jihee dan Daehee pada kebingungan nyiapin baju seragam sedangkan Sunhee masih terlelap.

"WOI SUN! Sekolah kaga si lo? Udah siang nih! Jam 7 jam 7!" Daehee menyibak selimut Sunhee dan meneriakinya.

"Aaah gue tuh kalo abis solat subuh biasanya emang tidur dulu! Nyantai ngapa sekolah masuk jam setengah 9."

"Ini rumah gue, bukan rumah elo yang rada deket ama sekolah. Dan disini gue ga punya mobil Ferrari yang bisa ngebut kayak punya lo itu! Gue cuma pake Jaguar! Dan Jaguar bukan buat balepan! BANGUN! Mandi!" Daehee menarik tangan temannya yang lebih cantik dari Nana After School itu.

"Ah elaaaah~ tapi gue ga keramas ya.."

"Lo terakhir keramas kapan?"

"Empat hari yang lalu."

Daehee kaget dan menampilkan muka jijik. Tapi rambut Sunhee kayak dikeramas tiap hari, ga pernah keliatan lepek, berminyak, atau kering.

"Terserah deh. Buruan!"

Sunhee pun mandi secepat kilat. Sebenernya dia ga usah mandi, orang-orang juga gabakal tau. Secara dia mandi ga mandi tetep aja mukanya seger. Cuma ya demi menjaga kehigienisan *?* jadi tetep mandi.

Keluar dari kamar mandi, tiba-tiba udah ada seragam Sunhee di atas kasur. "Dae? Ini siapa yang nyiapin?" tereak Sunhee keluar.

"Ada Dongwoon nih dibawah! Tadi dia pagi-pagi nganter! Udah buruan lu dandan ga enak nih ditungguin!" tereak Daehee jauh lebih kencang. Sunhee ampe mengerutkan wajah saking cemprengnya suara Daehee.

Sunhee pun bersiap-siap sambil memikirkan kebaikan hatinya Dongwoon yang udah cape-cape nganter seragam, meskipun Sunhee ga minta.

~~~~~~

"Dongwoon.."

Dongwoon menoleh dan mendapati Sunhee memasuki kelasnya. Cara jalan Sunhee yang bagaikan Nana di MV nya After School yang Bang! Sms siapa ini Bang? membuat para cowo kelasnya Dongwoon terkesiap, diam, dan meneteskan air liur.

"Thank you ya udah nganter seragam gue tadi! Mama papa bilang apa gue ga pulang?"

Semua mata menatap Dongwoon. Para cowo pun berpikir kalo si Dongwoon ini tinggal serumah ama Sunhee. Hawa-hawa pembunuh udah mengelilingi mereka.

"Eh.. oh saya.. eh, gue bilang lo nginep dirumah Daehee. Mereka iya iya aja kok," Dongwoon nyaris salah ngomong karna gugup diliatin tatapan tajam temen-temen sekelasnya. Kecual Doojoon yang emang udah tau kalo Dongwoon kerja di rumah Sunhee.

Sunhee yang menyadari tatapan disekelilingnya, langsung balik badan dan berkacak pinggang. "Kalian kenapa ngeliatin Dongwoon kaya gitu? Ga suka ngeliat gue ngomong sama gue?"

Cowo-cowo lain pun diem dan langsung beralih mengerjakan hal lain. Sunhee tersenyum dan melihat Dongwoon lagi. "Kalo ada apa-apa bilang gue ya! Gue gamau ada salah paham," Sunhee berbalik dan berjalan pergi.

"Thanks.. Sun," bisik Dongwoon seraya menatap Sunhee menjauh.

Doojoon hanya bisa tersenyum melihat temannya itu.

~~~~~~

Bell pulang sekolah berbunyi. Daehee membereskan tasnya sambil ngomong ke Sunhee. "Sun, temenin shopping yuk? Birthday nya Jihee kan bentar lagi, kita nyiapin apa nih?"

Sunhee memasang tas ransel teddy bear kesayangannya itu dipundaknya sambil melihat jam tangannya. "Sekarang hari apa? Gue les dance nih, udah sering banget bolos! Ga enak ama Bang June.."

"Oooh. Oke dah. Eh.. salam buat itu.. anu.. mantan gue.." Daehee menunduk dan menggaruk kepalanya.

"Dungdung? Sip deh. Yaudah gue duluan ya.. eh nyamperin Dongwoon dulu deh kesebelah," Sunhee melambai pada Daehee dan berjalan ke kelas sebelah. Belom sempet nyapa tu kelas, Doojoon udah berdiri dan nyamperin Sunhee.

"Sunhee, lo liat Dongwoon?"

Sunhee mengerutkan alisnya. "Lah? Gue baru kesini mau nyariin dia. Kok lo malah nanya gue?"

"Gawat.." kata Doojoon cemas.

"Kenapa? Ada apa?" Sunhee melihat kesekeliling kelas. Kan baru bel, kok kelas lo udah sepi? Tapi kok tas-tas anak kelas lo masih disini? Pada kemana?"

Doojoon tampak cemas.

"Doojoon, bilang ke gue ada apa. Lo jangan bikin perasaan gue ga enak gini!"

"Tadi pas istirahat, gue denger anak-anak cowo pada ngomongin sesuatu. Tapi tiap gue ato Dongwoon nengok, mereka berhenti. Terus tadi pas jam terakhir, Dongwoon izin keluar kelas, mungkin ke kamar mandi. Tapi dia ga balik-balik. Terus ga lama, 3 orang anak cowo izin keluar juga. Gue takutnya..."

Sunhee yang raut wajahnya penasaran langsung berubah jadi khawatir juga. Doojoon ampe rada terpesona, cuma dia inget ini majikan temennya. Jadi ya..

"Jangan-jangan karna tadi pagi gue salah ngomong? Yang gue bilang tentang bokap-nyokap gue.."

Doojoon mengangguk pelan. "Apa menurut lo kita susulin dia aja sekarang?"

"Ayo," jawab Sunhee cepat.

~~~~~~

Sementara itu, di halaman belakang sekolah ada empat orang, tepatnya tiga orang yang ngerubungin satu orang.

"Lo tuh masih diitung anak baru ya disini. Jangan belagu lo!"

"Masih baru udah berani ngegebet cewe paling populer disini? Pede banget!"

"Kalo lo emang berani ngegebet Song Sunhee, lawan dulu kita! Kita yang udah dua taun disini belom sempet deket ama dia, eh elo yang baru dateng dengan santainya bisa ngobrol ama dia. Bener-bener songong ya lo!"

Salah satu cowo itu melayangkan tinjunya ke Dongwoon. Tambah lagi memar di wajahnya. Dia ga berniat ngelawan, karna kalo iya, cuma bakal memperpanjang masalah aja.

"Eh, lo pengecut banget sih? Udah dikeroyok gini, malah diem aja," kata satu cowo yang dari tadi ga berenti mukulin Dongwoon.

"Gue? Ngeladenin lo semua?" Dongwoon melihat wajah tiga cowo itu satu-satu, "Hidup gue masih lebih penting daripada ngeladenin pengecut yang teriak pengecut, beraninya cuma maen keroyok!"

"Kurang ajar lo ya!" salah satu cowo memukul wajah Dongwoon lagi, lalu menendang perutnya hingga Dongwoon jatuh. Punggungnya menabrak tembok dibelakangnya. Dongwoon meringis.

"CUKUP!"

Ketiga cowo itu menoleh. Doojoon berlari kearah mereka, diikuti Sunhee dibelakangnya.

"Pergi dari sini, ato gue bales semua yang lo lakuin barusan!" ancam Doojoon pada tiga cowo itu. Ketiga cowo tadi perlahan mundur dan pergi dari tempat itu. Wajar, Doojoon ini keponakannya kepala sekolah, terus megang sabuk item karate. Tiga cowo tadi gamau ambil pusing.

Sunhee dengan panik menghampiri Dongwoon yang masih kesakitan. Ada memar yang tampak di samping matanya, hidungnya mengeluarkan darah, dan bibirnya sobek sedikit. Sunhee jadi ikutan meringis melihat muka Dongwoon.

"My gosh.. Dongwoon, lo.." Sunhee membantunya duduk dengan posisi yang benar. "Are you okay?"

Doojoon berjongkok dihadapan Dongwoon. "Lo kenapa ga bilang ke gue? Biasanya lo kalo ke toilet ngajak-ngajak. Gue udah curiga lo bakal diapa-apain, taunya bener. Lo ga ngelawan tadi?"

Dongwoon menggelengkan kepalanya. Kemudian dia menyentuh bibirnya, lalu meringis lagi.

"Ah! Jangan dipegang-pegang lukanya! Yaampun, muka lo memar semua gini.. ini pasti gara-gara gue kan? Gara-gara tadi pagi gue kekelas lo dan ngomong seenaknya sampe pada ngeliatin? Iya kan?"

Dongwoon menggeleng lagi. "Engga. Bukan salah lo.."

Sunhee merasa hatinya sangat berat, dadanya sesak dan dia berusaha keras menahan agar air matanya ga jatoh. Sunhee menarik Dongwoon pelan dan memeluknya.

"Mianhae, Dongwoon.." kata Sunhee, sambil melepaskan air matanya.

~~~~~~

Dongwoon's POV

Penyebab utama mereka ngeroyokin gue, emang Sunhee, tapi gue ga mungkin bilang ke dia..

"Engga. Bukan salah lo.."

Gue ngeliat wajah Sunhee penuh dengan rasa cemas, kasihan, sedih dan segala macem. Meskipun gue ga bilang ini semua karna dia, dia seolah tau semuanya. Gue baru mau bilang kalo dia ga usah khawatir..

"Mianhae, Dongwoon.."

Detik selanjutnya, gue udah ada dalam pelukan Sunhee. Pelukannya longgar, tapi seolah dia nyalurin segala kesedihan dia lewat pelukan itu, dan rasa sesalnya juga. Gue tau dia nangis. Ga peduli gimana cara dia nyembunyiin air matanya, gue tau dia nangis. Gara-gara kejadian ini, gue ngerasa ada yang beda sama Sunhee. Dulu gue kira dia baik banget sama gue cuma karna kasian sama gue. Tapi ternyata kebaikan dia tulus. Dan dia gatau kalo gue sebenernya nyimpen perasaan yang tulus juga buat dia. Tapi gue ga bisa ngasih tau dia sekarang. Gue cuma bisa membalas pelukannya dan menepuk punggungnya pelan.

"Gwenchanayo.."

~~~~~~

"Iya, izinin gue ga les ya, Bang? Tengkyu. Bangku.. i lobe you. Hehehe~"

Sunhee tertawa pelan sambil menutup hapenya. Dia sedang duduk di bangku yang terletak di depan minimarket. Lagi nungguin Doojoon beli obat, hansaplas, dan segala yang perlu buat ngobatin Dongwoon. Sunhee menoleh ke Dongwoon.

"Lo beneran gapapa?" tanya Sunhee sambil memperhatikan wajah Dongwoon.

Dongwoon mengukir senyum kecil. "Gapapa. Beneran," jawabnya sambil mengangkat tangannya dan membentuk peace-sign.

"Aish, ini bibir lo ampe kayak gini," Sunhee menyentuh bibir Dongwoon perlahan. "Sakit ga?"

Dongwoon terdiam.

Tadi gue dipeluk. Sekarang muka gue disentuh-sentuh. Mimpi apa gue semalem?

"Ga sakit ya?" gumam Sunhee pada diri sendiri. "Kalo ini sakit ga?" tanya Sunhee sambil menyentuh bibir Dongwoon lagi, kali ini nyentuhnya ga nyante.

"ADAW! Wuanyeng ini sakit! Pelan-pelan megangnya!" Dongwoon tersentak dan mengaduh kesakitan.

Sunhee tertawa lepas. "Hahaha iya maap abisnya lo tadi ga jawab sih! Oke oke sini muka lo masih mo gue periksa, tapi gue pelan-pelan deh, unyu unyu.."

Dongwoon tersenyum dan menahan tawanya karna Sunhee bertingkah sok imut tapi emang imut. Dalam hati dia sedikit bersyukur akan apa yang terjadi padanya hari itu.

Dari jauh, sepasang mata mengamati mereka...

To be continued...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kali ini ga ada new cast! Pusing gue!
kalo soal 3 cowo tadi, lo bayangin aja kira-kira siapa yang pantes meranin :D

Monday, 15 March 2010

Les Privat {mplot 10}

“Sang, kita ngapain shopping sih? Di rumah gue kan dress udah banyak. Sepatu juga. Tas? Perhiasan? Segudang. Pake yang ada ajalah. Lo juga boleh deh minjem dress-dress gue..”

Sunhee sibuk menyisir poninya sambil ngaca di depan kaca super gede di dalem toko sepatu. Jihee yang daritadi cuma muter-muter akhirnya nyerah.

“Iya ya, barang-barang disini ga sebanding ama yang unnie punya dirumah! Koleksi unnie kan banyak dari Paris tuh. Yah produk lokal gini mah lewaaaat..” kata Jihee lebay sambil ngeliatin barang-barang di etalase dengan pandangan menghina.

Sunhee yang merasa diliatin penjaga toko judes, langsung narik Jihee keluar. “Gue tau barang-barang gue emang high class, tapi jangan kenceng-kenceng gitu juga sang ngomongnya!”

Jihee menghela napas. “Maap deh. Gimana kalo kita nyalon aja unn? Krimbat kek. Meni pedi kek. Cabut bulu ketek kek.”

“Hmm. Kebetulan tukang spa di rumah gue lagi pulang kampung. Oke kita ke salon!”

Sunhee dan Jihee berjalan ke parkiran. Sunhee bawa mobil VW beetle kuningnya, nyetir sendiri. Kata Sunhee sih, bosen disupirin pak Lee mulu. Sekali-kali dia istirahat.
Jihee menunjukkan arah menuju salon langganannya. The Bbi Ssang Beauty House. Dari namanya aja, Sunhee udah bisa tau kenapa salon itu jadi salon langganannya Jihee.

Dan Sunhee udah bisa bayangin gimana interior salon itu.

“Yak sudah sampai! Ayo unn, aku kenalin ke mas-mas ama mbak-mbak langganan aku.”

Sunhee turun dari mobil, membuka kacamata hitamnya, dan mengunci mobilnya. Satpam yang jaga di depan udah bengong-bengong liatin Jihee sama Sunhee.

“Kayaknya.. mobil gue matching banget ama ni salon,” Sunhee menggumam sambil memasuki salon itu.

Jihee melihat sekelilingnya. “Nah itu dia. Bang! Bang Jo Kwooon!”

Si empunya nama nengok dan berjalan lebay menghampiri Jihee. “Jiji! Udah berapa kali gue bilang kalo you mau manggil I, kudu pake Jeng! Okay? Jeng Kwonnie!”

Sunhee mengerutkan dahi dan memandang Jo Kwon dari atas ampe bawah.

“Oh? You bawa temen? Siapa ini? Kenalin dong!” Jo Kwon ikutan mandang Sunhee dari rambut ampe kaki.

“Ini Sunhee, Jeng. Song Sunhee. Kebangetan ah kalo lo gatau.”

“OOOH!” Jo Kwon menganga lebay. “Song Sunhee putri keluarga Song yang super duper kaya itu? Yang rumahnya di gangnam? Yang bapaknya artis terkenal sekaligus pebisnis nomor satu di korea? Yang emaknya punya produk make up terkenal itu?”

Sunhee menggumam pada dirinya sendiri. “Nyokap gue punya brand make up?”

“Situ anaknya Song Jihoon ama Song Hye Gyo pan?” Tanya Jo Kwon lagi.

“Iya.”

“Pantesan cantik BEUDH! Aduuh ini idung sempurna amet. Pipi mulus bener, bibir imut-imut, rambut aluuus banget tapi kok pirang?”

“Iya, ini dicat pirang di rumah sendiri.”

“WAAAAH COOL BANGET. Natural! Ada lowongan kerja di rumah you ga? Gue muak nih kerja disini.”

“JO KWON GET BACK TO WORK!”

Sunhee dan Jihee langsung menoleh ke arah suara. Jo Kwon langsung ngibrit ke tempat krimbat.

“I’m sorry for his.. wild attitude. Welcome to Bbi Ssang Beauty House, can I help you?”

Sunhee melihat laki-laki cantik yang berdiri di depannya. Senyumnya begitu manis, englishnya faseh. Pokoknya overall ni cowo mendekati perfect deh. Udah gitu rambutnya pirang, Sunhee selalu seneng kalo ketemu orang yang sama-sama pirang.

“I’m Kevin Woo. The owner of the beauty house. Actually it’s my mom’s, but she handed over it to me, and went to San Fransisco to take care of our outlet there.”

“Kevin?” Sunhee refleks mengulang nama itu.

“Yes. And you are..?” Si Kevin pirang ganteng ini mengulurkan tangannya.

Sunhee menjabat tangan si bos salon itu. “Song Sunhee. The only daughter of the Song family..”

“You’re THE Song Sunhee? Oh my Gawd it’s such a pleasure to have you here! Please, take a seat!” si Kevin langsung heboh nyiapin tempat duduk, ngajak Sunhee duduk segala macem. Sunhee cuma iya iya aja sambil ngikutin Kevin.

“So what brings you here? Do you need a special treatment? A new haircut, perhaps? Or you would want to try our new set of spa?”

Si Kevin Woo ini sangat antusias menawarkan fasilitas-fasilitas super lengkap yang ada di salonnya ini. Sunhee baru sadar kalo si Jihee udah ga disampingnya lagi, udah ilang. Maybe dia asik meni pedi. Susah nyari sebuah pisang ditengah tumpukan pisang lainnya seperti di salon ini. The beauty house was too yellow.

“Our beauty house is really special. We always use the mixture of banana for our products. For the hair masks, for the hand lotions, shampoo. Everything! Blablabla..”
Sementara Kevin Woo menjelaskan konsep salonnya secara panjang lebar, Sunhee menangkap sebuah sosok yang sepertinya dia kenal.

“I’m sorry would you excuse me for a moment? I think I saw a friend over there..” kata Sunhee dengan sangat halus dan ramah, membuat si Kevin yang cantiknya hampir nyaingin Sunhee, akhirnya terdiam dan mengangguk cepat.

Sunhee berdiri dan berjalan ke arah tempat hair-do. Di sana dia melihat 6 sosok cowok berkepala kerucut. Maksudnya, kepala mereka ditutupi alumunium foil, dan mereka semua tampak seperti.. alien.

Baru aja kata ‘alien’ muncul di kepala Sunhee, tau-tau cowo yang paling pojok becanda ama temennya sambil bilang “Bbi rong bbi rong! Bbi rong bbi rong!”

Sunhee langsung kicep dan agak ilfeel pas liat siapa si makhluk bbi rong itu.

“Dongwoon!”

“Bbi rong bbi.. loh? Nona?”

Sunhee mendekati Dongwoon dan berdiri dibelakangnya. Sekarang Sunhee menatap cermin dan berbicara pada Dongwoon melalui cermin itu *ngerti maksud gue kan?*

“Kamu kok bisa disini?”

“Ini, kan besok partynya Daehee, nah saya di traktir ama Doojoon nih, berenem pada nyalon semua. Cuma ngebenerin rambut doing kok, Nona. Yah, yang pengen tampil cakep kan ga cuma cewek aja, ya ga, Seob?” jelas Dongwoon sambil menutup mukanya dikit. Dia malu muka aib dan kepala kerucutnya itu dilihat oleh majikannya yang lebih cantik dari Nana After School itu.

“Yoi men. EH? NENG PIRANG CANTIK ADUHAI!” sahut si Yoseob dengan girang.

“Loh? Yoseob ikutan juga? Yaampun. Apakabar, Seob? Bae-bae aja kan dirumah Yunhee? Dia masih sering KDRT? Eh maksudnya, masih suka galak ga?” Tanya Sunhee dengan friendly seperti biasa. Dongwoon hanya tertegun memandang majikannya.

“Hahah si neng bisa aja. Neng pirang kedua udah ga galak kok. Abisnya dia udah ketemu ama tunangannya! Si bumbum. Eh.. jibum! Eh bentar..” Yoseob menggaruk kepala kerucutnya. “Park Jaebum! Iya, Jaebum! Si bang Jay teh baru pulang dari Amrik. Sejak tinggal di rumah, Neng pirang kedua jadi baiiiik banget..” cerita Yoseob panjang lebar dengan gaya yang imut, menutupi aib kepala kerucutnya.

Sunhee tersenyum tulus. “Waaah, selamet deh kalo gitu. Salam buat Yunhee unnie ya!”

“Nona Song!”

Sunhee menoleh ke suara cempreng tadi. “Jiah ilah elu lagi. Kok lo ikutan juga?”
Sunhee sekarang berjalan mendekati Hyunseung.

“Iya dong! Kan saya berenem bespren nih. Jadi so pasti ikutan! Eh nona, style rambut saya keren loh. Nanti liat ya!” Hyunseung berkata penuh excitement.

Sunhee hanya bisa tertawa pelan. “Iya iya. Aduh kalian beruntung banget bisa ditraktir. Mana si empunya duit?”

“Ehem,” sahut sebuah suara.

Sunhee muter lagi. Capek juga muter-muter nyamperin ni cowo semua satu-satu.

“Halo! Gue Doojoon, yang empunya duit. Hehe,” Doojoon mengulurkan tangannya. Sunhee menjabatnya pelan.

“Sunhee,” kata Sunhee sambil tersenyum manis.

Beuh. Pantesan Dongwoon betah kerja ama Sunhee meski cuman jadi pembantu!


“Nona, itu dua temen saya yang lain. AJ, ama Junhyung,” kata Dongwoon sambil nunjuk temennya.

“Halo,” Sunhee menunduk sedikit pada dua orang tadi. Dua orang yang disapa malah bengong-bengong terpesona ga jelas. Sunhee nyengir dan kembali mendekati Dongwoon.

“Kamu kalo udah selese bilang saya ya. Saya bawa mobil, jadi kalo mau pulang bareng, kasitau aja. Saya masih bakal ada di salon ini kok,” Sunhee lalu berjalan menjauh. “Dah semuaa!”

“Dadaaah Sunhee!” kata Doojoon, AJ, dan Junhyung.

“Dadaaah nonaaa!” kata Hyunseung ama Yoseob. Beda ya, status pembantu ama pelajar biasa.

Sunhee kembali ke sofa-sofa tempat tadi si Kevin Woo ngoceh. Ternyata dia masih disana.

“Your friends?” Tanya si KevWoo.

“Yep. Hey can I get a special face treatment? My face has been oily lately so..” Sunhee menyentuh wajahnya pelan.

“Oh, of course! This way please,” Kevin Woo langsung berdiri dan memimpin Sunhee ke suatu tempat.

“Do you want my people to handle you or..” Kevin menanyakan Sunhee, mau dilayanin ama siapa. *kedengerannya agak gimana ya..*

“Who has the best gentle but magic hands in this beauty house?” Tanya Sunhee.

Kevin melihat sekeliling. “Uhm, not to brag, but.. me.” Kevin tersenyum lebar dan cantik.

Sunhee tertawa pelan. “Okay. Then you it will be.”

Kevin pun mencuci tangannya dengan sigap. Dia lalu menyuruh Sunhee menyenderkan kepalanya perlahan ke kursi nyaman yang sudah didudukinya. Kevin pun mulai membuat magic dengan tangan-tangan halusnya.

“So, Kevin, you’re Korean, right? Your English is so flawless, have you lived abroad?” Tanya Sunhee dengan mata terpejam.

Muka Kevin begitu serius. Dia tidak akan bercanda kalo udah yang namanya kerja. “Yes. I grew up in San Fransisco.”

Mulut Sunhee membentuk huruf O. Kevin hanya tersenyum.

“Your name reminds me of my friend,” ujar Sunhee lagi.

“Really?” Kevin menuangkan sejumlah cream ke tangannya, dan mengoleskannya perlahan ke muka Sunhee.

“Yeah. His name is Kevin, too. His last name is Kim. We grew up in Australia together. And I just met him a few days ago after years!”

Si Kevin Woo yang begitu serius dengan aktivitasnya terlihat tertarik dengan topik omongan Sunhee. “Wow. His English is fluent to, then?”

“Very. He has this Aussie accent which I don’t have. His face is really Korean, unlike yours. That’s why I find it funny when things get unreasonable, he starts babbling English.”

Kevin Woo tertawa elegan tapi tulus mendengar cerita Sunhee. Biasanya dia diem aja kalo customer lagi dilayanin. Tapi Kevin ga bisa diem aja kalo ngadepin Sunhee. Udah cantik, baik, tajir, talkative, kurang apa? Lebih cantik dari Nana After School lagi, ye kan?

“You guys are like, besties? Really close?” Tanya Kevin.

“Yes, we share stories, spent our crazy childhood together. He is really my bestfriend.”

“Since his name is Kevin, he speaks English well, and is your bestfriend.. Can I be your bestfriend too? I have the same name and the same ability in English..”

Sunhee membuka matanya. Kevin Woo menatapnya dengan sebuah puppy face, lalu mengerjap-ngerjapkan matanya dengan cepat dan imut. Sunhee lalu tertawa lepas melihat kecomelan si Kevin pirang itu. Kevin pun bangga dan tersenyum imut lagi, pokoknya semua yang dilakukan Kevin disertai dengan keimutan deh.

“We will be friends, Kevin! Whether it is best or not, it will progress, okay?” ujar Sunhee lembut.

“Okay! Make sure you consult your beauty problems with me. Would you look at my face? It’s bright right? Of course you will be like me,” kata Kevin pede.

“Wow you are so confident! For a fun guy like you, it’s okay,” Sunhee tersenyum lagi.
Keduanya pun lalu berbincang hal yang lain hingga facial treatment Sunhee selesai.

~~~~~

Tiba-tiba hari yang ditunggu pun tiba! Birthday Daehee, sweet seventeennya Daehee! Sunhee dan Jihee udah ngumpul di kamarnya Daehee. Mereka bertiga mau berangkat bareng ke café sewaannya Daehee.

“Sun, buruan! Telat nih nanti!” Daehee melirik jam tangannya berkali-kali.

“Tar dulu! Mana ya high heels gue tadi…”

“Unn, unn, aku pake dress ini aja gapapa kan?”

“Yang bener cuma itu doang? Ganti! Formal dikit napa, ini pesta tau.”

“Tapi pewean yang ini, unn.”

“BERISIK!” Daehee muak. “Kapan mau berangkat?”

Sunhee akhirnya menemukan high heelsnya. “Yay! Sekarang.”

Jihee cepat-cepat mengganti bajunya jadi baju yang disarankan Sunhee. “Ayo, unn.”

Daehee menatap kedua temannya. “Kok jadi lo berdua yang lebih cantik daripada gue sih?”

Sunhee dan Jihee saling bertatapan. Lalu menoleh ke cermin. Sunhee memakai two piece, rok mini putih dengan atasan putih garis-garis item, dan sabuk item kecil di pinggangnya. Jihee memakai dress yang motifnya kayak sarung tapi udah di modifikasi, jadi cantik banget. Sedangkan Daehee make dress item pendek, sleeveless dengan kalung ditengah dan aksen rumbai di bahunya.

“Lo kalo mau narik perhatian lebih, tinggal sexy dance, gampang kan?” Sunhee nyolot lalu berjalan keluar pintu kamar.

Daehee menaikkan bahunya. “Iya juga ya.” Lalu menyusul Sunhee keluar.
Sedangkan Jihee sibuk ol dengan hapenya. Apa yang sedang dia lakukan? Ol ym. Ya, hape yang dia pegang itu hape Sunhee. Lagi-lagi Sunhee ga log out YM, jadi Jihee lancar melaksanakan akal bulusnya. Berikut yang dia ketik :

Sunsun : we’re on our way to the café, see you there, K!
KK : then I’ll be going now too with Minwoo and Siwan. Can’t wait to see you, Sun!

“HAHAHAHAHAA” tiba-tiba Jihee ngakak geli ga jelas. Sunhee langsung nengok dan menyadari apa yang sedang dipegang Jihee.

“Hape gue ya? SINIIN GA!” Sunhee berjalan cepat dan menyambar hapenya. Beruntung Jihee sempat mengclose aplikasi YMnya. Jadi Sunhee tetep gatau kalo Jihee ngajak si KK itu. Hohoho.

~~~~~

Kita langsung skip ke bagian potong kue aja. Jadi ya, saking ramenya tu café, si Sunhee teh ga merhatiin orang-orang disekitarnya. Padahal, udah ada Dongwoon dan 5 temennya, ada abang Seungho dan bangkee, beserta June, Mir, dan Dungdung. Oh bicara soal Dungdung, si Daehee putus ama dia. Balikan ama mantannya, Jonghyun. Ckckck.

Daehee langsung ngajak Sunhee ama Jihee ke panggung kecil ditengah café. Sunhee berdiri di kanan Daehee, Jihee di kiri. Setelah Daehee berpidato sebentar, semua orang tepuk tangan dan nyanyi happy birthday. Lalu Daehee tiup lilin, blablablabla. Terus ya pas mau motong kue, tiba-tiba ada yang nutupin mata Daehee dari belakang.

“Sun! gue mau potong kue nih, jangan ditutupin gitu dong!” Daehee jadi rada sewot.

“Bukan gue.”

“Jiji!”

“Pede banget lu unn, gue sih emang nungguin kue, ngapain nutup-nutup mata lu.”

Daehee jadi parno. “Te.. terus yang ini.. tangan siapa? Setan ya? WUAAAAAAA”

“Ssssht! Ini gue, Dae!”

Daehee menoleh dan mendapati seorang cowo berambut pirang ga niat (setengah pirang setengah coklat) sedang tersenyum lebar ke arahnya. Sunhee melihat dengan iri. Jihee memalingkan muka takut muntah.

“Happy birthday jagiyaaaa!” kata si cowo pirang ga niat itu. Lalu mereka berpelukaaaaaaan. Teletubbies, teletubbies.. say hello~

Sunhee melihat Daehee dan pasangannya dengan tatapan gue-jadi-pengen-punya-cowo-deh. Pas Daehee selese pelukan, udah mau cipokan tuh, terus Sunhee ngeliat ke sekeliling dan ga ada yang mencegah itu terjadi. Sunhee langsung pura-pura batuk heboh.

“WOHOK WOHOK kuenya UHUK belom dipotong tuh WOHOK..” Sunhee berakting dengan sangat payah namun tetep aja cantik dan berhasil menarik perhatian para penonton. Bapak-bapak, Ibu-ibu, semua yang ada di sana.

Daehee terlihat kesel. Jonghyun hanya bisa senyum-senyum najong. Sunhee tersenyum innocent. Daehee pun luluh.

Akhirnya potong kue, Daehee ngasi first cake ke Jonghyun. YAIYALAH YA. Abis itu second cakenya..

“Buat gue bukan, Dae?” Sunhee pengen. Udah ngiler duluan liat cheesecake tingkat 3 itu.

“Buat aku dong, ya ga, unn?” Jihee juga pengen. Lalu Sunhee dan Jihee bertatapan seakan-akan mereka ibu-ibu yang ngerebutin panci yang tinggal satu di event diskon besar-besaran.

Daehee dengan cerdas memotong sepotong potong *?* cheesecake yang besar. Dia menaruhnya di satu piring, lalu meletakkan dua sendok kecil di atasnya.

“Second cake buat lo berdua lah! I can’t choose over you two! Thanks for always being around,” kata Daehee.

Sunhee terharu. Jihee tersenyum tulus. Mereka lalu berpelukan lagi bertiga, unyu unyu unyu.

Setelah semua kebagian kue, orang-orang pada mencar. Ada yang berkumpul dan ngobrol di meja makan, ada yang minum sambil diri di tepi kolam renang, Daehee ama Jonghyun ada di area buffet.

“Bete ga, Sang?” Tanya Sunhee.

“Kita mesti cari gebetan unn. Aku muak liat Daehee nempel ama Jonghyun gitu.”

Sunhee mengangguk antusias. Dia meletakkan gelasnya di sebuah meja kosong. “Jalan yuk.”

Jihee dan Sunhee mulai berkeliling café. Kemanapun mereka lewat, mata-mata terang para lelaki mengikuti mereka semua. Tapi sayangnya ga ada yang bikin dua cewe cantik ini tertarik. Pas nyampe di bar deket panggung, ada yang manggil..

“Sunhee!”

Sunhee nengok dan mendapati tiga orang cowo lagi ngaso di pinggir bar. Yang atu mukanya abstrak, yang atu muka lucu dan ringkih, yang satu lagi kurus tirus tapi masih lebih bertenaga.

“Kev? What are you doing here?” Sunhee cengo mendapati Kevin yang ga kenal Daehee bisa ada disitu. Bawa dua piaraan lagi. Eh salah, dua majikan. Dia piaraannya. HOHO.

“Mampus gue,” bisik Jihee pada diri sendiri. Namun kepanikannya teralihkan karena sosok yang duduk disamping Kevin. Itukah yang namanya Minwoo? Kok lucu?

“You invited me, remember? Haha you look bored, what’s wrong? Come join us!” Kevin menggeser tempat duduknya, menyisakan sebuah tempat duduk kosong di antara dia sendiri dan Siwan, supaya Sunhee bisa duduk disitu. Siwan jadi agak salting dan refleks membetulkan rambutnya.

“Halo Siwan~” sapa Sunhee ramah.

“Eh? I.. iya. Halo juga,” Siwan salting banget banget. Ga pernah duduk disamping cewe yang lebih cantik dari Nana After School sih.

Sunhee nengok-nengok nyariin Jihee. Pas nengok ke arah Siwan, Siwan tercengang. Pas nengok ke arah Kevin, Kevin kicep. “Jihee mana sih?”

“Maksud lo, temen lo yang itu?” Tanya Siwan sambil nunjuk ke dua orang yang duduk agak jauh dari mereka. Jihee udah ngobrol akrab ama si cowo.

“Itu.. siapa?”

“Minwoo. Temen segeng kita,” kata Siwan sambil ngaduk-ngaduk minumnya. Sunhee gemes liat keimutan Siwan yang lagi salting itu.

“You didn’t remember that you invited us here?” Kevin angkat bicara. (Mohon jangan bingung. Ini Kevin yang abstrak, yang anak ZE:A. Bukan mas cantik Kevin Woo yang di salon tadi)

“When?” Sunhee menampakkan muka cantiknya yang bingung. Siwan makin kicep.

“Through YM. The day after we met?”

Sunhee melihat ke atas. Dengan bodoh Siwan ikutan ngeliat ke atas, apakah Sunhee sedang mencari cicak?

Lalu Sunhee menjentikkan jarinya. Siwan kaget. “Pasti Jihee nih.”

Kevin ngeliat ke Siwan. Siwan naikkin bahunya. Tiba-tiba…

“JUNG JIHEE!”

Jihee yang lagi ngobrol ama Minwoo tersentak dan menoleh, “I.. iye unn?”

“Lu yang take over YM gue pas gue baca novel ya? Terus chat ama si abstrak di samping gue ini?” Kevin merasa dadanya tertiban batu besar. UGH!

“Abisnya, kan kita bingung mau ngajak siapa unn, terus kebetulan si KK itu ol, terus ya.. loh situ yang namanya KK?” Jihee nunjuk-nunjuk Kevin.

“Yeah. KK stands for Kevin Kim. So it was you who chatted with me that time?”

Jihee berdiri dan membungkukkan badannya 90 derajat ke Sunhee dan Kevin. “Mianhaeyo! Waktu itu aku iseng semata. Ga berniat apa-apa, beneran deh.”

Sunhee menyilangkan tangannya. “Dia bilang apa aja, Kev?” Tanya Sunhee pada Kevin.

Kevin melihat ke atas. Siwan mengikutinya dengan amat sangat tolol ampe Sunhee makin gemes. “I don’t know. Nothing important though.”

“Jihee jangan diulang ya. Ampe nanti YM lo gue hack, baru tau rasa lo.”

“IYA UNN, AMPUN. Unn, aku ke buffet dulu ya ama Minwoo, dadaaaaah!”

Jihee pun kabur. Sunhee geleng-geleng. “Tu anak cepet banget bisa akrab ama cowo dah.”

“Aren’t you fast in getting along with guys too?” Kevin menanggapi Sunhee.

“I am?” Sunhee malah nanya balik. Kevin mendengus pelan dan tertawa. Siwan masih ngaduk-ngaduk minumannya.

“I’m glad you came, Kev. I would die out of boredom here. And you too, Siwan,” Sunhee tersenyum pada Siwan. Siwan jadi pengen nyanyi can you feel my heartbeat.

Setelah itu, si Kevin permisi pengen ke toilet, ninggalin Sunhee dan Siwan berdua. Kevin sengaja, kan lagi pengen nyomblangin Sunhee ama Siwan. Tapi dari jauh, Daehee ternyata mengamati adegan percakapan Sunhee. Dan dari sudut penglihatan Daehee, Sunhee terlihat sangat akrab dengan Kevin, seolah Siwan itu ga ada disampingnya.

“Udah saatnya Sunhee punya cowo. Comblangin ah~~” kata Daehee santai sambil melengos pergi.

Pas Kevin pergi, ternyata Siwan ga secanggung yang Sunhee bayangkan. Siwan mulai cerita-cerita soal macem-macem. Kadang Siwan bisa ngelucu juga. Dalam beberapa menit, Siwan dan Sunhee sudah terlihat sangat akrab dan bercanda bersama.
Dari jauh, banyak pasang mata sedang mengamati mereka. Mata ramahnya June, mata tajamnya Dongwoon, dan mata sipitnya Kevin yang ternyata ga jadi ke toilet.

~~~~~

Pesta berlalu dengan cepat. Tiba saatnya pulang. Café udah sepi, tinggal beberapa orang saja.

“Nona, apa nona sudah mau pulang? Saya akan telepon Pak Lee,” ujar Dongwoon menghampiri majikannya itu.

Belom sempet Sunhee jawab, tiba-tiba June dateng nyamperin Sunhee. “Hey Sun! mau nebeng mobil gue ga? Abang lo bareng gue soalnya..”

Sunhee baru akan membuka mulut tapi Kevin dan Siwan sudah ada dibelakang Sunhee. “Do you need a ride home, Sunhee?” tawar Kevin.

Sunhee bingung. Dia melihat ke semua namja disekelilingnya. Dongwoon, June, Kevin dan Siwan saling bertatapan.

Mampus gue.

To be continued..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

NEW CAST!

Si jeng heboh di salon Bbi Ssang, Jo Kwon!




Lalu si cantik sekaligus ganteng, Kevin Woo!

Monday, 8 February 2010

Days With 3ple J {Plot 15 ; FINAL}



"Sunhee.."

Sunhee started to shake, a teardrop fell from her eye.

"I'm sorry, I didn't mean to hear you guys talking..." Sunhee stopped to control her shaking voice. "I accidentally overheard everything."

Sunhee's simple words made Jonghun felt beaten. It was like he just heard a thunder in a bright day.

"I.. I can explain," Jonghun's voice sound nervous.

"Is it all true? All the things I just heard?" Sunhee asked in a soft tone, which made Jonghun feel even more guilty.

Jonghun clenched his own fists and bit his lower lip.

"Answer me."

"Sunhee, let's not talk here, okay.."

"I just need an answer, Jonghun! You just have to say whether it is true or not, yes or no?!" Sunhee finally raised her voice. Jonghun's eyes went glassy too.

"It is.. true.." Jonghun took a breath. "But Sunhee.. I.."

"We're over."

"What?"

"Need a replay? I said we're over. Thanks for everything."

Sunhee turn around as her teardrops slowly fall and covered her face. Jonghun couldn't believe what just happened, his face was so panicked, he tried to reach for Sunhee.

"Sunhee, listen! I'll explain.." said Jonghun while grabbing Sunhee's wrist.

Sunhee stopped and looked back, her face that was already wet by tears, made Jonghun shed a tear too. "I don't need any. Let me go."

"Sunhee..." Jonghun's voice became husky. He looked right into Sunhee's eyes and tightened his grip.

Sunhee looked away, and shook her hands roughly off of Jonghun's grip. She walked quickly to the door. When she was about to reach the entrance, she wiped her face and gave the maid the cake that she bought.

"Leaving so soon, Sunhee-sshi?" asked the maid.

"Yes, I gotta go back home. Merry Christmas!" Sunhee faked a smile and went outside.

Jo Kwon who was already thirsty after talking a lot with Jong Hyun, wondered why Jonghun hasn't returned.

"He said he was going to get a drink now where is he? Buying mineral water from Alaska?" Jo Kwon stood up and went out to find Jonghun. Jong Hyun followed.

"Jonghunnie~yah! You said you were..." Jo Kwon stopped talking when he saw his buddy was sitting on the floor, laid to the wall and had his both hands covering his face. He was crying so badly.

"Hey? What happened?!" Jong Hyun went down on his knees and patted Jonghun's shoulder, Jo Kwon went over to the other side.

"Sunhee.." sobbed Jonghun.

"Sunhee? Sunhee what? You miss her? What?" asked Jo Kwon rapidly.

"She overheard our conversation, she said we're over.."

Jo Kwon looked at Jong Hyun. Jong Hyun gave a death glare, blaming Jo Kwon who couldn't control his mouth. Jo Kwon just made a sad face.

"Jonghunnie.. I'm sorry, I shouldn't bring that talk up at the first time," said Jo Kwon in a really regret voice.

"Yes, me too.." Jong Hyun apologized as well.

Jonghun looked up.

"She left already?" asked Jong Hyun. Jonghun nodded.

"Well, what are you waiting for? Shouldn't you chase her?" asked Jo Kwon this time.

Jonghun looked at Jo Kwon. He stood up and grabbed his keys, then went outside to find Sunhee, leaving his two friends behind still kneeling on the floor.

~~~~~

Sunhee drove her car in full speed. She was still crying, and at times she had to wipe off her tears to focus on the road. When she was on her way home, she decided not to go home. She headed to a central park, where the crowd gathers that eve. Where the lights glow in the dark beautifully like fireflies. The place where JoHee usually hangs out.

Sunhee parked her car at the side of the road. She took a glance at the side mirror, checking if her face is okay. Her eyes are a bit swollen, but lucky her glasses could hide it.

She walked to an empty bench in the middle of the park. She took a seat, and leaned back. Her breath made some fogs in the air. She looked around and found many people passing by. Families, a bunch of friends. Couples.

Just when Sunhee was about to lean more further and close her eyes, her handphone rang.

Jonghun.

Sunhee rejected it. She put her phone back inside her jacket pocket.

The phone rang again, Sunhee rejected it again, and set it to silent.

The third time the phone rang, Sunhee looked at it and she received a message.

From : My Sculptured Pretty Boy
"Sunhee, please pick up the phone. I'm looking for you, where you at?"

Sunhee scoffed. She deleted the message, and also deleted Jonghun's contact number from her phone.

Again, her phone rang. It was an unknown number, but Sunhee knew it was Jonghun. Sunhee couldn't held it anymore. She groaned and threw her handphone to the floor. It shattered into pieces.

Slowly, Sunhee started to cry. She covered her face with her two hands. People were to busy to notice the girl crying. Everyone walked by ignoring her, All except one.

"Excuse me.. is that your handphone scattered on the ground?"

Sunhee looked up even she actually didn't want to. She saw this figure that she knew very well. She lower down her hands.

"Gosh, Sunhee? What happened?"

~~~~~

Sunhee held her paper cup of coffee tightly. She blew it a few times and took some sip.

"Feel like talking now?"

Sunhee looked at June. "You want to hear about it?"

June lifted up his shoulders and smiled. Sunhee then explained the whole story, everything she heard from the boys. While sharing her story, sometimes she looked away from June just to held in her tears.

"So I just left him that way," ended Sunhee.

"Your phone.. you threw it coz he kept calling you?"

Sunhee nodded. "What should I do now?"

June looked at Sunhee's face. Her eyes were red, her face was wet and even almost dried of her tears. She looked so so tired.

"You should rest. Did you drive yourself here?" asked June while looking around.

"Yep."

"Then I'll take you back home. Come on," June stood up and gave his hand.

Sunhee looked at June's hand. What? He wants to hold my hand? or..

"Car keys?" he asked.

Sunhee scoffed and grinned a bit. She reached for her keys and handed it to June. June received it, moved it to his right hand, then gave his left hand to Sunhee again.

"What else?" asked Sunhee.

"I'm.. helping you to stand up? I guess," June said awkwardly and maybe, shy.

Sunhee put on a small smile. She took June's hand. June then pulled her hand, blew it and rubbed it with his two hands, then put it inside his jacket pocket. Then he started to walk. Sunhee had a hard time catching up.

"Your hands are cold, why didn't you say you were freezing?"

~~~~~

Tory waited at the front door, he saw a car coming inside the Songs' Mansion. At first, his face brightened, but then it faded until he knew that it was just Seunghyun, who just got back from dropping Nana and Juyeon home.

"Hyung, Sunhee isn't back yet?" asked Seunghyun while locking the car, he walked towards Tory.

Tory yawned a bit. "No. Oh Seunghyun where could she be now? Her phone is not active. I'm afraid something happened.."

"Have you called over to Jonghun?"

Tory's eyes widen. "Why didn't I think of that?"

Just when Tory was about to dial Jonghun's number, a car entered the gate. Tory canceled and looked at the car.

"Sunhee!"

Seunghyun and Tory walked down the stairs as the car stopped in front of the main entrance. June who was driving came out.

"I found her at the park, she just had a hard time today. But now she's asleep," June explained before Tory or Seunghyun could even ask.

Seunghyun opened the car's door. "Hyung, I'll carry her to the room."

"Okay. Be careful."

Seunghyun nodded. "By the way, thanks June hyung!"

Seunghyun went inside while carefully carrying his sister to her room. Tory looked back at June.

"What exactly happened?" asked Tory, curious.

June wanted to explain, but he felt so tired, Tory could see from his eyes. Then Tory looked at his watch. 12.30 AM.

"Oh it's very late, you're not going to walk home right? We have a few empty rooms that you may use, come on in," offered Tory.

June gave a sincere smile, "Thanks a lot."

~~~~~

"Sunhee, wake up, girl."

Sunhee slowly opened her eyes and turned around. Tory's smiley face made the morning feel even brighter.

"Oppa," Sunhee rubbed her eyes while rising up from her bed.

Tory brushed his dongsaeng's hair. "What?"

Sunhee looked around, "How did I get home?"

"You should say thanks to the one waiting downstairs. Come on wash your face and let's have breakfast."

Sunhee tied up her hair and quickly washed her face. She then went downstairs to the dining room. June, Seunghyun, and Tory were already there.

"June! You're still here? Where's Mom and Dad?"

"Mom and Dad had to go to work earlier, but they promised to come home fast," said Seunghyun.

Sunhee took a seat beside June.

"Feeling better?" whispered June.

Sunhee nodded and smiled. "Sleeping is the best medicine."

The 4 people all started breakfast. At first, they kept silent and concentrating on their dishes. Until Sunhee finally broke the silence.

"I'm feeling like telling the whole story all over again."

Seunghyun looked away from his plate. Tory put his fork down. June looked at Sunhee.

"You're all.. willing to listen, right?"

"Of course," said all the guys.

Sunhee smiled, she took a deep breath, and once again shared her story with 3ple J. Even June, who already knew the problem, payed attention so much and was wanting to listen again.

"Why are you all silent? Shouldn't you be like.. giving advice or something?" Sunhee started eating again. This time when she told her story, she didn't shed any tears.

Tory looked at Seunghyun and started and eye to eye conversation. Tory gave an why-didn't-she-cry stare. Seunghyun gave a what-should-i-say glare. June just looked at both those guys. Sunhee kept eating.

"I don't wanna go to college today. Can you guys accompany me to somewhere?" Sunhee finally finished her meal and drank her milk.

"Ah, Sunhee.. I'm so sorry, I have a meeting.." Tory put on a regretful face.

Sunhee looked at Seunghyun.

"I can't skip my work too, Sunhee. Maybe June would like to help?" Seunghyun looked at June.

Sunhee stared at June, making June giving a bright smile.

"I am free today. Where do you wanna go?"

~~~~~

"Are you serious you can make a cake?" asked Sunhee. Both June and Sunhee are inside the supermarket, stuffing their carts with goodies and some ingredients to bake cakes.

"Yeah! What do you want, name it, I'll make it!" said June with a big smile.

"You're not trying to cheer me up aren't you? I don't.."

"Don't worry! This has nothing to do with your problem. I have always wanted to bake something, and while you're here with me imma make it for you!"

Sunhee smiled at June. The two walked over to the cashier and paid, then they went out of the supermarket, each lugging two shopping bags.

"Where are we going to make it? Your house? My house?" asked June.

Sunhee didn't answer. Her eyes were stoned to one point in front of her. June followed her stare and found Jonghyun and Jo Kwon both doing the same like Sunhee. Stoned, and staring.

"My house.." said Sunhee. She turned around. "Come on."

"Sunhee!" called Jo Kwon. He walked quickly and was able to catch Sunhee. "I'm sorry can we talk?"

"About?" Sunhee looked at Jo Kwon with a not so friendly stare. Jo Kwon looked regretful. "Everything is clear enough, Jo Kwon. So would you please kindly step aside from my way.."

Jo Kwon bent his head down. He felt really sad about Sunhee, this all happened coz he accidentally spoke everything without knowing Sunhee was there. Plus, Sunhee just called him Jo Kwon, not Kwonnie anymore.

June looked at the two guys, then followed where Sunhee went. Jonghyun patted Jo Kwon's shoulder.

"I'm sure she will get over it.." said Jonghyun.

"It's not that easy, Jonghyun! Anyway it was you who started the bet at the first place!" blamed Jo Kwon.

"Oh so you're blaming me now? Fine.."

"No no i didn't mean to! I don't want any new problems. The three of us were wrong. We shouldn't play with bets. Now we should tell Jonghun that we met Sunhee today.."

They both walked away from the place, still with a heart full of regrets.

~~~~~

Days went by, Sunhee had a fun time with June. But June still spotted some sadness in her eyes. June thought that Sunhee could be a great actress, since she is so pro in hiding her true feelings inside.

"Sunhee? Breakfast, lady.." called Tory.

Sunhee was on her bed, she had her back on Tory, facing the window. Tory came close to the bed.

"Sunhee?" Tory brushed Sunhee's hair. "Are you okay?"

Sunhee finally turned around. Her eyes were a bit swollen, looks like she was crying the whole night.

"I won't ask anything. Just tell me when you want to," said Tory.

Sunhee cleared her throat and raised up from her bed to sit beside Tory. "I miss Jonghun."

Tory smiled and gave his sister a hug. "There, there. It was so wise of you to be brave to speak up your feelings right away. Do you want me to talk to him?"

"What? No! No you don't have to.. just let him find out himself."

"But Sunhee, guys are not that sensitive. They can't understand girls feelings just from attitudes, they need words."

Sunhee took a deep breath. "I'll just count everything on you, Oppa. Shall I take a bath now?"

Tory nodded and watched his sister going inside the bathroom.

~~~~~

Tory was packing his stuff and laptop when Seunghyun came into his room.

"Oh hyung? Where are you going? I thought you have a meeting in an hour.."

Tory walked to the door and patted Seunghyun's shoulder. "I need to do what an oppa should do, hehehe. Would you replace me in that meeting please? I know you can.."

"Sure. But where are you.." Seunghyun scratched his hair while looking at Tory exiting his room.

"I'll tell you when I get home! Bye!"

~~~~~

Somehow Tory found a way to reach Jonghun's place. He stole Jonghun's number from Sunhee's phone even before Sunhee broke her phone on purpose. Just in case. And now it's useful. Tory was standing in front of Jonghun's door. He knocked a few times.

"Who is it?" said I lousy voice through the speaker.

"Hey it's Tory. Can I speak to you?" said Tory while giving a smiley face to the small camera.

There was no answer but it didn't take long for the door to open. From behind the door, Jonghun was standing all weak, tired, and crumpled. His hair was really a mess. Tory made a strange face after seeing him, but then quickly smiled.

"How are you?" asked Tory kindly.

"I.. Fine. Uhm, come in.. Sorry for the mess.."

Tory came in and realized that the house was no mess. It was perfectly clean and tidy. Maybe Jonghun was referring to himself. Jonghun told Tory to sit wherever he likes, and offered drink. When Jonghun came back bringing to glasses of cold water, Tory smiled.

"I guess you still remember Sunhee's favorite drink. Ice water," said Tory.

Jonghun made a small smile. He looked depressed.

"Maybe you're confused why am I here. And how I got here. Yes, I came here for Sunhee.." Tory paused a bit. Jonghun took a deep breath.

"Is.. she okay?" asked Jonghun.

"She's actually doing fine. Well to be honest, I was more worried to see you like this than worrying about her.." Tory continued. Jonghun laughed softly.

"Why didn't you try to reach for her again? At least contact her, or meet her in college?" Tory started asking questions.

Jonghun messed up his hair which was already messy. "I felt really bad that day, and I thought she really doesn't want to meet me again. Rather than making the problem more complicated, I chose to stay away and give her time."

Tory nodded a few times. "You've done the right thing. In fact, Sunhee was enjoying her lonely time too much. She woke up crying this morning.."

"What happened?" Jonghun was suddenly curious.

"I find it very brave of her, I didn't ask her anything but she straightly said she missed you."

Tory looked at Jonghun. Jonghun's face had undescribeable feelings. He was mixed around glad, worried and regretful.

"And?" said Jonghun, asking Tory to continue.

"I told her why she didn't try to contact you either. She said she just wanted you to find out yourself. If I didn't come here, would you know that she was missing you?"

Jonghun shook his head.

"See. That's why I came here, to tell you!" Tory was looking happy.

"But, I thought she hated me so much, she didn't even gave a damn to Kwon and Jonghyun when they met at the streets.."

"Let me tell you something," Tory cleared his throat and continued. "There is this something about Sunhee. She always acts the opposite when she feels down. So when she smiles, she is actually crying inside. When she tells she is okay, she's not. And when she says she doesn't want you to look for her, she's meaning the opposite."

"You mean, she actually hopes that I look for her?" said Jonghun, pulling out a conclusion.

"Exactly. Got the point now?" asked Tory, feeling proud and relieved that he had clear partly the problem.

Jonghun didn't react.

"Go find her if she tells so."

~~~~~

Sunhee sat on the sand. She let the afternoon breeze brush her hair. The beach was quiet, not much people were there even it was sunset time. Sunhee opened her new phone and texted.

It's almost sunset.
Is it possible for me to see the sunset together with you again?
I'm at the beach. Don't reply my message.
Come, if you still care.


Sunhee smiled. She took off her cardigan, put it on the sand, and also left her handphone there. She ran to the shores and played with the waves.

~~~~~

Jonghun was walking here and there figuring out if he should really try to reach Sunhee or not. Then his phone received an inbox. It was from an unknown number, but reading the message, he knew who it was. He smiled, checked the mirror and rushed outside to his car.

~~~~~

The sun was going down. The sky was turning orange. Sunhee had her feet covered in the salt water. She tapped her hands to her chin.

"It's been around.. 15 minutes?" she said to herself. She looked around and found nothing. "Is he coming or not.."

Sunhee moved forward. First, the water was on her ankles. But now it has reached her calves. She walked forward again until the water almost touched her knees.

"Sunhee!"

Sunhee was shocked by the voice. The moment she turned around, she was already in Jonghun's arms.

"I love you, okay! Don't do anything stupid!" whispered Jonghun in Sunhee's ear. He hugged her really tight as if there was no tomorrow.

Sunhee let her feelings overflow. She hugged Jonghun back.

"You came.." she said, weakly. Jonghun's hug was making her hard to breathe.

"Of course I came. Sunhee, you have no idea how worried I was while you were gone. I never felt worse before. Now that I have you here, just don't do.."

Sunhee chuckled. "Did you think I was going to do suicide or such?"

Jonghun finally let go of Sunhee. But his hands were still on her shoulders. "You were not?"

"I'm not THAT depressed, Jonghun. I still wanna live. Even though I know it will be hard without you.." Sunhee's voice weaken. Then she sneezed.

Jonghun pulled Sunhee into his arms again. "You're cold. What were you thinking? Playing at the beach with this outfit?"

Sunhee was wearing the red strapless satin bubble dress she wore for Tory's birthday. Sunhee then was embarrassed.

"Because I was wearing this dress on the day you confessed to me," said Sunhee. Her voice was buried under Jonghun's shoulder.

Jonghun let go of Sunhee once again, holding her shoulders. He bent down so his face was as tall as Sunhee.

"Listen. For whatever 3ple J has done, from planning the bet on you, to each of us racing to get your heart, it has nothing to do with my feelings. I liked you even before Jonghyun set the bet up. I was serious when I kept approaching you. I did it not to win the bet. My love for you is true, Sunhee."

Sunhee smiled and made an "aww" face. "I'm sorry I didn't want to listen to you that day we broke up.."

"You don't need to say sorry. Everything was my fault. I'm the one guilty. You can hit me if you want."

Hearing that, Sunhee slapped Jonghun right on his cheek. Jonghun was shocked. He stood straight and held his cheek, he felt almost the same pain when Sunhee asked to break up.

Sunhee sighed. "There. All my anger is now released. I shall cure your face now.."

Sunhee had to tiptoe a bit. While clinging onto Jonghun, she kissed his cheek. "Does it feel better?"

Jonghun smiled. "I think this is better.."

He held Sunhee's neck with his left hand, and touched Sunhee's cheek with his right hand. He bent down, and kissed Sunhee on the lips.

~~~~~

Sunhee laughed all the way home in the car. She kept looking at Jonghun trying to drive his car with bare feet.

"You should have took your shoes off. Your jeans is half wet too! Hahahaha," Sunhee covered her face and laughed hardly.

"Well I didn't have enough time to take them off! I thought you were ending your life or something," Jonghun messed up Sunhee's hair with his left hand.

"Ah, not my hair!" Sunhee looked at the mirror and tidied up her hair.

"Sunhee, is there anything I could do to redeem my mistakes to you? Besides kissing you of course," Jonghun smirked.

Sunhee blushed. "You are clean now, Jonghun. But I still have something for Jonghyun and Kwonnie..."

"What is it?"

~~~~~

"Jaejin, Chayoo! To celebrate both of your 5 month anniversary, you may order anything in this noodle cafe! Free! I will pay!"

Sunhee was standing beside Jonghun. The table was surrounded by 4 chairs. Jaejin, Chayoo, Jonghun, and an empty one for Sunhee.

"Here, Sunhee! I checked all that maybe you guys wanna eat too," said Jaejin, handing the menu over to Sunhee.

"Very well," Sunhee took off her apron and clapped a few times. "You two over there! Come here!"

The two waiters that Sunhee called walked quickly to Sunhee's table.

"OMG, Kwon? Jonghyun?" Chayoo was surprised.

"Yes, let me introduce you our two new waiters. Jonghyun is replacing me. And Kwonnie is replacing Chayoo. Chayoo you don't have to work anymore. Just let Jaejin give you money," said Sunhee.

The whole table laughed, including Jonghyun and Kwon.

"We would do anything for you Sunhee, until we feel unguilty enough.." said Jonghyun.

"Actually I love working here, I won't stop even if you tell me to," Kwonnie looked around happily.

Sunhee talked with Jonghyun and Kwonnie, she gave a few instructions. Now that her mom has made her a manager, Sunhee became more busy. She graduated from college successfully, even performed a duet with Jonghun.

Jaejin and Chayoo are getting along well. They'll be holding an engagement party soon. So as Tory with Nana and Seunghyun with Jooyeon.

June and his friends are working great too at Mr. Song's office. They all have been promoted to a higher position.

Daehee went back to Thai and broke up with Khun, and went steady with one of the 3ple Js! Jonghyun! Daehee is somewhere else now, finishing her college.

And about Sunhee and Jonghun, they are already engaged! Friends are hoping to hear the wedding bells soon.

THE END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~